Perbandingan Visi dan Misi Capres 2019

0
63
foto istimewa

JAKARTA, IW

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada 2019.  Nomor urut 1, ditempati pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, sedangkan pasangan nomor urut 2, ditempati Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Thema visi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin adalah “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong”. Sementara, visi pasangan Prabowo-Sandiaga adalah “Terwujudnya Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang adil, makmur bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial dan rasnya berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

Ada beberapa poin di visi-misi Jokowi-Ma’ruf yang dinilai tak dimiliki Prabowo-Sandiaga Uno. Menurut Abdul Kadir Karding, tak ada pembagian jelas program aksi dalam visi-misi Prabowo-Sandiaga.

“Jadi masih harus kami pertanyakan ke depan kira-kira bagaiamana (visi-misi Prabowo-Sandiaga) bisa mudah dipahami oleh publik,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding di Posko Cemara, Jakarta, belum lama ini.

Karding mencontohkan, beberapa visi-misi Jokowi-Ma’ruf yang tidak dimiliki Prabowo-Sandiaga di bidang budaya, seperti pengembangan ideologi Pancasila. Kemudian, visi-misi Prabowo-Sandiaga tidak memiliki soal restorasi toleransi kerukunan dan sosial.

Visi-misi Prabowo-Sandiaga juga tak memiliki perihal peningkatan kepeloporan pemuda dan kebudayaan. Padahal, Karding menilai hal itu penting untuk dimasukkan ke dalam visi-misi.

“Ini penting karena sebagai generasi ke depan, mereka harus betul-betul memahami budaya kita, bagaimana ke depan mengelola bangsa ini dengan basis kebudayaan,” kata Karding.

Di bidang lingkungan hidup, Karding menilai Prabowo-Sandiaga tak memasukkan soal pengembangan tata ruang terintegrasi dalam visi-misinya. Dia juga melihat ketiadaan soal mitigasi perubahan iklim.

Karding menilai harusnya Prabowo-Sandiaga dapat memasukkan soal pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan pengurangan emisi karbon. Lebih lanjut, Karding menilai Prabowo-Sandiaga tak memasukkan perihal pendidikan konservasi lingkungan serta tata kelola ruang terbuka hijau dalam visi-misinya.

“Itu kami tak temukan dalam visi-misi Prabowo-Sandiaga,” kata Karding.

Ada pun, Karding mengklaim jika visi-misi Jokowi-Ma’ruf sudah menyesuaikan dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024. Hal ini sebagaimana permintaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Menurut Karding, visi-misi Jokowi-Ma’ruf telah sesuai RPJMN lantaran menjadi kelanjutan dari Nawacita yang diinisiasi pada 2014 lalu. (dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here