Nelayan Tolak Wacana Pengeluaran Izin Oparasi Kapal Ikan Asing di Indonesia

0
46

Jakarta IW

Wacana Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, memperbolehkan
kapal ikan asing kembali masuk ke Indonesia menuai polemik.

Para pengusaha kapal ikan umumnya tidak setuju dengan wacana
menteri asal Pengandaran itu memperbolehkan kapal ikan asing beroprasi di
Indonesia. “Memperbolehkan kapal ikan asing masuk ke perairan Indonesia, sudah
dipastikan akan membuat bangkrut pengusaha-pengusaha kapal ikan lokal khususnya
kapal dibawah 30 GT ke bawah,” kata Tri Sutrisno, pengamat perkapalan dan
pengusaha perikanan ketika diwawancarai IW di kantornya, Muara Angke, Rabu, (6/02)
pagi.

Pasalnya kata pengamat Perikanan asal Muara Angke ini, kapal
ikan dari luar negeri khususnya dari Cina sudah mempunyai peralatan canggih dan
rata-rata kapalnya besar-besar diatas 100 GT. Jika mereka diperbolehkan mencari
ikan diperairan Indonesia kembali maka kapal-kapal lokal kecil dipastikan tidak
akan bisa bersaing.

Untuk itu tambahnya, Menteri 
Kelautan dan Perikanan mencari jalan tengah yang bisa diterima semua
pihak.Tri Sutrisno sehari-harin aktiviatasnya berkecimpung dibidang perkapalanan,
yakin para pengusaha mau diajak duduk bersama mencari solusi.

 Kebijakan melarang
kapal ikan asing mencari ikan diperairan Indonesia sudah sangat baik. “Kebijakan
itu patut untuk diteruskan dan sangat diaprisiasi para nelayan di Indonesia,”
katanya.

Sementara pengusaha kapal Ikan sebut saja( AL) mengatakan
hal sama dengan Tri Sustrisno. Para pengusaha kapal ikan Lokal diatas 100 GT katanya
untuk jujur melaporkan hasil tangkapannya. Sehingga kapal-kapal ikan yang
banyak sandar lantaran menunggu izin di pelabuhan bisa beraktifitas kembali.

 Masalahnya dengan
banyaknya kapal ikan yang tidak beroperasi sekarang ini, membuat banyak nelayan
menganggur dan pindah ke pekerjaan lain. Tentunya ini sangat merugikan semua
pihak. “Kalau bisa pemerintah memberi pemutihan bagi pengusaha ikan yang
dianggap tidak jujur. Dan segera mengeluarkan izin operasi kapal ikan lokal,
agar kapal yang kini banyak sandar bisa segera beroperasi” katanya.

Jika dikemudaian hari pengusaha kapal ikan yang dianggap
nakal, ingkar janji maka  pemerintah bisa
memberikan sanksi berat, bila perlu semua izin operasinya dicabut hingga waktu
yang belum ditentukan,” jelasnya.  

Sebelumnya Susi Puji Astuti mengancam pengusaha lokal, akan
memperbolehkan kembali kapal asing  masuk
ke perairan  Indonesia. Pasalnya kata Susi
Pudjiastuti pengusaha kapal dengan ukuran 100 GT hanya melaporkan hasil
tangkapan sebanyak 70 ton.

“Padahal kapal ukuran 100 GT. Masak cuma dapat 70 ton. Kalau
menteri tidak tahu laut iya-iya saja. Saya ini, 
hidup dari kecil di laut.  Jadi
saya tahu,” tegasnya dalam Forum Bisnis Ikan Tangkap di KKP, Jakarta, Kamis
(31/1/2019).

 Dalam hal ini Menteri
Kelautan dari Pangandaran, Jawa Barat ini, tak main-main, jika hasil tangkapan
yang dilaporkan terus rendah. Maka Susi akan membuat peraturan kembali dengan
memperbolehkan kapal asing melaut di Indonesia.

Dengan masuknya  kapal
asing tambahnnya maka pendapatan negara bisa lebih jelas dibandingkan dengan
pengusaha yang tak mau melaporkan jujur.

“Kalau ini terus menurut rendah anda mau kapal asing kembali
lagi? Saya buat peraturan baru Thailand, Vietnam, China boleh masuk Indonesia
dengan bayar sekian? Boleh? Sepertinya separuh setuju mungkin lebih baik dapat
konsesi, uang sudah jelas,” papar dia.

Susi meminta pengusaha tidak membohongi dirinya. Sebab ia mengaku
mengerti betul kondisi perikanan Indonesia dan demi kebaikan para pengusaha
untuk mendapatkan izin dengan waktu yang cepat.

“Mbok yo, buaya jangan dikadalin, kadal jangan dikadalin.
Saya bekerja dengan sepenuh hati komitmen penuh hati. Tapi setiap lihat angka
(laporan kapal) apa kerja kamu menteri KKP, semua hasil under reported,” tutup
dia. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here