Kurangi Kesan Kumuh, UPT Muara Angke, Bagikan Lapak ke Pedagang Asongan

0
76
foto Indonesiaweekly

Jakarta, IW

Unit Pelaksana
Teknis Pengelola Kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pangkalan Pendaratan Ikan (UPT
) Muara Angke, Dinas KPKP, Rabu, (20/02) sore membagikan 48  lapak tempat berdagang sekaligus memberikan arahan
 para pedagang asongan  di Unit Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta
Utara.

Dengan
selesainya  lapak semi permanen ini , diharapkan
area Muara Angke  lebih rapih dan tertata,
demikian jelas Kepala UPT Muara Angke, Mahad kepada IW dikantornya  belum lama ini.

Lebih jelas
ujar Mahad , lapak semi permanen yang telah dibagikan,  belum bisa mengakomodir semua persoalan pedagang
liar di Muara Angke.  Berdasarkan  data Kepala Pasar glosir Ikan Muara Angke
Royadi ,ketika ditemui di kantornya, jumlah  pedagang liar di Muara Angke  tak kurang 200 pedang .  “Mereka umumnya  beroperasi sore hingga malam hari,” jelasnya.

Sementara Pemprov
DKI Jakarta melalui Dinas KPKP DKI Jakarta  pada  tahun
ini, hanya menganggarkan  melalui APBD hanya
untuk membangun kurang lebih 48 lapak. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua
pedagang asongan bisa carikan solusi terbaik agar tidak berdagang sembarangan
lagi,” Jelas Mahad.  

Pembenahan 
Menyeluruh

Berkaitan
dengan penataan Muara Angke selain menertibkan para pedagang liar, DInas KPKP telah
melakukan pembenahan secara menyeluruh. Selain merelokasi pedagang liar Dinas
KPKP sebelumnya menata tempat kuliner bernuansa ikan. Kepala Dinas Kelautan
Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, mengaku, sejak
beberapa tahun lalu pihaknya telah melakukan pembenahan-pembenahan di Muara
Angke secara menyeluruh dan bertahap.

Termasuk diantaranya
merombak lahan lama Pusat Jajanan Serba Ikan (Pujaseri) menjadi taman dan areal
parkir kendaraan berukuran luas. Pihaknya juga telah memulai membangun,
restoran apung  menggunakan dana dari
kewajiban pengembang senilai Rp 38 miliar.

Untuk
menunjang pembangunan pelabuhan Muara Angke Pemprov DKI Jakarta juga, sudah
melakukan peninggian jalan dan membuat taman dan penghijauan. “Kita  telah menanami berbagai tanaman keras  seperti pohon bakau  dan tanaman keras lainnya sebagai pencegah
abrasi pantai.

Dalam, rangka
mencegah masuknya air laut ke area Muara Angke, pihaknya,  membangun saluran air besar,  letaknya diperbatasan dengan Pelabuhan Kali
Adem. “Diharapkan saluran tersebut bisa sedikit menahah masuknya  air laut ke area  daratan Muara Angke,” katanya.

Anggota
Komisi C DPRD DKI Jakarta, Maman Firmansyah dihubungi lewat ponselnya kemaren
sore mendukung program Dinas KPKP, menurutnya,   Muara Angke, harus menjadi  pelabuhan perikanan dalam satu koneksi yang
bertaraf internasional.

Untuk
mewujudkan itu pelabuhan Muara Angke harus  terus dibenahi secara tuntas dan
berkelanjutan, sehingga Muara Angke  menjadi 
pelabuhan yang tekoneksi dan bertaraf internasional  akan segera tercapai” demikan tandas Maman
Firmansyah. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here