Sepakat Dengan SBY, Hindari Politik Identitas Saat Kampanye

305

IW,Kupang – Calon presiden nomor urut 1 Joko Wododo gelar kampanye di Lapangan Bola Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4). Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan, kontestasi politik semestinya diisi dengan kampanye yang mempersatukan.

Ini menunjukan bahwa Jokowi sepakat dengan Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat, mengenai penolakan terhadap kampanye politik identitas yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Saya sepakat sekali bahwa setiap kampanye itu yang dikemukakan kebhinekaan, keberagaman, dan yang penting adalah kesatuan kita sebagai negara,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan pesan SBY dalam surat yang ditujukan untuk Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin, Waketum Demokrat Syarief Hasan dan Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan, kepada seluruh pihak agar mengedepankan politik yang baik, apalagi Pilpres hanya dilaksanakan satu kali dalam lima tahun.

“Kontestasi politik ini ada setiap 5 tahun. Jangan mengorbankan kesatuan kita, persatuan, persaudaraan, kerukunan,” ucapnya.

Jokowi menambahkan, selama ini dirinya mengedepankan politik beradab. Dalam setiap kampanye, Jokowi mengklaim selalu menyelipkan pesan kebhinekaan dan keragaman.

“Ya sejak awal saya tunjukkan itu keberagaman, kebhinekaan dalam seni budaya, karnaval. Saya kira itu yang memang kita hindari politik identitas, politik SARA,” pungkasnya.

Diketahui, SBY mengirim surat ke tiga petinggi partainya. Presiden ke enam itu menyoroti konsep kampanye akbar pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Stadion Gelora Bung Karno.

“Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif,” seperti dikutip merdeka.com dalam surat, Minggu (7/4).

SBY mengatakan seharusnya kampanye itu tak perlu ada “show of force” identitas termasuk di dalamnya identitas agama. (*)

Sumber : www.m.merdeka.com