Terus Dievaluasi LRT Palembang Hadapi Masalah Teknis

366

Palembang IW –   Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT)  Palembang Sumatera Selatan masih terus dievaluasi. Ada sejumlah masalah teknis yang harus dibenahi untuk mengoptimalkan  operasional.

Menteri Perhubungan  Budi Karya  Sumadi  mengatakan,  ada perangkat yang masih proses ujicoba agar benar-benar maksimal performance-nya.

LRT Palembang (foto Istimewa)

Masalah teknis yang perlu dioptimalkan dari LRT Palembang Sumsel, misalnya terkait waktu tempuh dan headway (waktu tunggu kedatangan) antar LRT.

Ekspektasi masyarakat saat menggunakan LRT  selain kenyamanan,  keselamatan juga ketepatan waktu tempuh. Sampai saat ini waktu tempuh LRT Palembang rata-rata satu jam dan akan dipercepat menjadi 45 menit.

Pengurangan 15 menit  lamanya waktu tempuh itu diharapkan dapat  memindahkan masyarakat dari angkutan  pribadi ke angkutan umum massal berbasis  rel.

Menhub Budi mengatakan dengan pengurangan 15 menit,  waktu yang dihabiska para  pengguna jasa  lebih cepat. Mulai menunggu kereta hingga sampai ke stasiun terjauh dari Stasiun Keberangkatan maksimal satu jam.

Perubaham teknis kedua ialah, headway yang selama ini 24 sampai 48 menit akan  dikurangi menjadi sekitar 15 menit.  Selai kecepatan waktu tempuh  pemerintah juga berupaya memudahkan integrasi LRT ke  moda transportasi lain berbasis jalan raya.

Okupansi LRT Sumsel yang masih rendah karena lintasan LRT masih tumpang tindih dan sejajar dengan angkutan umum lain. (bisnisnews)