Nelayan Pertanyakan Harga Sertifikat Inspeksi Rp 950 Ribu Perlembar

0
18
foto Istimewa

JAKARTA -IW

Harga Pengadaan Alat Pemadam Kebakaran Api Ringan (Apar)
untuk 3000 unit kapal motor nelayan di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan Muara
Angke, Kel. Pluit, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara, memberatkan para nelayan.

Pasalnya petugas di lingkungan Kantor Kesyahbandaran dan
Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke, menetapkan harga Apar disertai
sertifikat inspeksi dari perusahaan yang sudah ditunjuk oleh Balai Teknologi
Keselamatan Pelayaran (BTKP) Kementerian Perhubungan sangat mahal dan sangat
memberatkan para nelayan dan pemilik kapal.

Kebakaran Kapal (dok IW)

“Kami sudah membeli Apar di toko khusus menjual alat
keselamatan pelayaran tapi karena tak disertai sertifikat Apar tetap tidak
diberangkatkan oleh petugas yang mengecek kelengkapan kapal,” ujar beberapa
orang pemilik kapal motor perikanan  di
kawasan pelabuhan perikanan Nusantara Muara Angke kepada wartawan
Amunisinews.co.id,kemarin.

Diakui pemilik kapal, pembelian Apar di toko kawasan Glodok
Jakarta Barat harga lebih murah jika dibandingkan melalui perusahaan tertentu
yang sudah dapat legalitas dari BTKP Kementerian Perhubungan. Diungkapkan,
harga 1 unit tabung Apar ukuran 6 kg sekitar Rp 300 ribu – Rp 360 ribu/tabung.
Sedangkan melalui perusahaan tertentu harga Rp 450 ribu/ tabung ukuran 6 kg.

Sebaliknya jika membeli pada perusahaan tertentu Apar disertai
sertifikat inspeksi harganya mencapai jutaan rupiah.”Bayangkan harga Apar Rp
450 ribu/ unit ukuran 6 kg dikali 3 unit tiap kapal ditambah Rp 950 ribu untuk
sertifikat . Ini sangat memberatkan pemilik kapal. Alasannya tiap kapal 3 unit
Apar dikali sertifikat, berapa juta biaya dikeluarkan,” jelasnya.

Para pemilik kapal berharap pejabat terkait tidak
memberatkan nelayan yang harus mengeluarkan biaya tak terduga jutaan rupiah
itu. Sebaiknya sederhanakan syarat Apar itu. Kenapa harus sertifikat segala
padahal yang penting adalah fungsi alat pencegah bahaya kebakaran dan toko yang
menjual juga jelas alamatnya.

Secara terpisah Ketua Paguyuban Pengurus Kapal ikan muara
angke Syaruna Fauzi ketika ditanya soal Apar tidak memberi komentar apa-apa.
Dia menyarankan untuk menemui Kepala KSOP Muara Angke Capt Handry Sulfian.

Handry Sulfian saat hendak dikonfirmasi soal Apar itu hari
Jum’at (26/4) tidak ada di kantor. Kata petugas jaga kepala KSOP sedang ada
acara sosialisasi keselamatan pelayaran kapal ojek tujuan Kepulauan Seribu di
Pelabuhan Kali Adem Jakarta Utara.

Sementara secara terpisah Kepala UPPP Muara Angke Mahad
menyatakan sudah memanggil pemilik kapal perikanan yang bongkar muat dan parkir
di pelabuhan Nusantara Muara Angke untuk menyediakan Apar di tiap kapal.
Bahkan, katanya sudah memasang sepanduk himbauan kepada seluruh kapala motor
ikan untuk segera menyediakan Apar diatas kapal. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here