Nelayan Pertanyakan Harga Sertifikat Inspeksi Rp 950 Ribu Perlembar

0
30
foto Istimewa

JAKARTA -IW

Harga Pengadaan Alat Pemadam Kebakaran Api Ringan (Apar) untuk 3000 unit kapal motor nelayan di kawasan Pelabuhan Pendaratan Ikan Muara Angke, Kel. Pluit, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara, memberatkan para nelayan.

Pasalnya petugas di lingkungan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke, menetapkan harga Apar disertai sertifikat inspeksi dari perusahaan yang sudah ditunjuk oleh Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Kementerian Perhubungan sangat mahal dan sangat memberatkan para nelayan dan pemilik kapal.

Kebakaran Kapal (dok IW)

“Kami sudah membeli Apar di toko khusus menjual alat keselamatan pelayaran tapi karena tak disertai sertifikat Apar tetap tidak diberangkatkan oleh petugas yang mengecek kelengkapan kapal,” ujar beberapa orang pemilik kapal motor perikanan  di kawasan pelabuhan perikanan Nusantara Muara Angke kepada wartawan Amunisinews.co.id,kemarin.

Diakui pemilik kapal, pembelian Apar di toko kawasan Glodok Jakarta Barat harga lebih murah jika dibandingkan melalui perusahaan tertentu yang sudah dapat legalitas dari BTKP Kementerian Perhubungan. Diungkapkan, harga 1 unit tabung Apar ukuran 6 kg sekitar Rp 300 ribu – Rp 360 ribu/tabung. Sedangkan melalui perusahaan tertentu harga Rp 450 ribu/ tabung ukuran 6 kg.

Sebaliknya jika membeli pada perusahaan tertentu Apar disertai sertifikat inspeksi harganya mencapai jutaan rupiah.”Bayangkan harga Apar Rp 450 ribu/ unit ukuran 6 kg dikali 3 unit tiap kapal ditambah Rp 950 ribu untuk sertifikat . Ini sangat memberatkan pemilik kapal. Alasannya tiap kapal 3 unit Apar dikali sertifikat, berapa juta biaya dikeluarkan,” jelasnya.

Para pemilik kapal berharap pejabat terkait tidak memberatkan nelayan yang harus mengeluarkan biaya tak terduga jutaan rupiah itu. Sebaiknya sederhanakan syarat Apar itu. Kenapa harus sertifikat segala padahal yang penting adalah fungsi alat pencegah bahaya kebakaran dan toko yang menjual juga jelas alamatnya.

Secara terpisah Ketua Paguyuban Pengurus Kapal ikan muara angke Syaruna Fauzi ketika ditanya soal Apar tidak memberi komentar apa-apa. Dia menyarankan untuk menemui Kepala KSOP Muara Angke Capt Handry Sulfian.

Handry Sulfian saat hendak dikonfirmasi soal Apar itu hari Jum’at (26/4) tidak ada di kantor. Kata petugas jaga kepala KSOP sedang ada acara sosialisasi keselamatan pelayaran kapal ojek tujuan Kepulauan Seribu di Pelabuhan Kali Adem Jakarta Utara.

Sementara secara terpisah Kepala UPPP Muara Angke Mahad menyatakan sudah memanggil pemilik kapal perikanan yang bongkar muat dan parkir di pelabuhan Nusantara Muara Angke untuk menyediakan Apar di tiap kapal. Bahkan, katanya sudah memasang sepanduk himbauan kepada seluruh kapala motor ikan untuk segera menyediakan Apar diatas kapal. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here