Ketum Militan 34: Dokter Tirta, Terlalu Memojokan Pemerintah

699
Ketum Militan 34

Jakarta, Indonesia Weekly

Ketua Umum Militan 34 DR Anwar Husin, SH, MH,Senin pagi  (30/03) melalui kiriman rilisnya   mempertanyakan komentar  dr. Tirta yang viral di media sosial. Tindakannya berteriak-teriak di media sosial  merupakan sebuah tindakan yang tidak terpuji dari seorang yang berpendidikan tinggi.

Komentarnya di media sosial itu bisa dimakanai macam-macam oleh masyarakat.  Dalam suasana seperti ini, jelas Anwar, setiap orang seharusnya saling mendukung dan membuat orang tenang dan optimis dalam menghadapi cobaan yang berat ini.

Bukan malah membuat orang kuatir dan bisa menyebabkab kesimpang siuaran pada  masyarakat. Sebagai orang yang berpendidikan, kata Anwar,  dr. Tirta seharusnya mengunakan media komunikasi khususnya medsos dengan bijak.

Bukan berarti  dr. Tirta, tidak boleh mengkritiik pemerintah, tetapi dia harus melihat kondisi bangsa ini secara utuh. Saat ini siapa pun yang seolah-olah menyerang pemerintah bahkan presiden sudah pasti akan mendapat respon  dari kelompok yang berseberangan.

Pada dasarnya pemerintah, sudah membuat yang terbaik pada masyarakat, segala upaya sudah dilakukan pemerintah. Terlepas ada kekurangan-kekurangan. Tetapi  dr. Tirta tidak boleh mengomentari  tugas pelayan kesehatan, karena dia sendiri tidak berkecimpung di dalamnya.

Apalagi kata Anwar berdasarkan pengakuannya sendiri  dr. Tirta sudah tidak aktif sebagai dokter dan telah memgundurkan diri dari dunia medis. “Artinya kemungkinan dia {dr. Tirta-red} sudah tidak memperpanjang izin prakteknya,” jelas Anwar.

Keluhan-nya sebaiknya disesuaikan  dengan tugasnya sekarang, misalnya dana kurang atau APD yang dibagikan habis. Tugas melayani pasien bukan lagi wewenang dia. “Apa urusannya dirinya merasa lelah,” jelas Anwar .

Dalam komentarnya di medsos kata Anwar dr. Tirta mengatakan,  setiap hari ada dokter atau pelayan medis yang meninggal akibat Covid 19. “ Pernyataan itu, saya kira harus diuji kembali. Apalagi ia mengatakan guru-gurunya meninggal,” katanya.

Lebih lanjut ujar Anwar,  gurunya yang meninggal karena Covid 19, hanya  Dokter Iwan, wakil rektor UGM dan dosen Farmakologi di KU UGM. Dan kejadian itu, terjadi   saat Korban Covid 19 baru 150 bukan seperti saat ini sudah tembus 1000 lebih.

Semua orang pasti berduka atas dedikasi dan pengabdian Dokter Iwan dalam membantu menyelamatkan pasien dari  wabah Covid-19 ini. Tetapi hal itu jangan di dramatisir. Sebaiknya  ujar Anwar,  dr. Tirta, lebih focus membantu masyarakat saja, dan tak perlu berpolitik.

Apalagi saat ini dr. Tirta bekerja di bawah perusahaan milik Sandiaga Uno, yang kita tahu, oposisi pemerintah. Menangani Ruang Kerja, merupakan underbouwnya OK-OC -nya sandiaga uno.  “Jadi orang akan menganggap terlepas ia atau tidaknya dia berpolitik maka orang akan menuding dr. tirta, sedang berpolitik,” tandas Ketua Umum Militan 34, DR. Anwar Husin, SH, MH. (zul).