Ketua Umum Militan 34 DR. Anwar Husin, SH,MH, Karantina Berjenjang dan Berdayakan Babinsa Efektif Memutus Rantai Covid-19

803
Ketua Umum DPP Militan 34.foto ist

Jakarta, Indonesia Weekly

Kurva kasus virus corona baru di Indonesia  cenderung mengalami fluktuasi selama sepekan terakhir. Terjadi peningkatan kasus yang signifikan yang menyebabkan kurva tak konsisten melandai.

Sampai saat ini, di Indonesia masih mencatat adanya pelonjakan kasus virus corona baru (COVID-19). Indonesia, menduduki peringkat ke-37 di dunia. Kamis, 14 Mei 2020, ada penambahan 689 kasus baru, sehingga jumlah total keseluruhan di Indonesia  menjadi 15.438 orang.

Babinsa dan polisi foto ist

Ketua Umum Militan 34, DR. Anwar Husin, SH, MH, ketika dihubungi lewat ponselnya Kamis pagi (14/05), menyarankan pemerintah mengevaluasi perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berjalan saat ini. Anwar melihat PSBB saat ini kurang efektif.

Dalam evaluasi tersebut, Anwar Husin, menyarankan, pemerintah menjalankan karantina berjenjang mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat kecamatan.Pemerintah juga harus  memberi kewenangan lebih kepada Perdayaaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam rangka  memutus rantai penyebaran Covid-19.

Jajaran Babinsa dan pihak kepolisian kata Anwar, lebih efektif dalam  mengawasi gerak-gerik masyarakat di desa. Babinsa tambah Anwar lebih faham situasi wilayah dan  warga karena setiap hari selalu bertatap muka dengan masyarakat dari kampung ke kampung.

Babinsa dan Polisi foto ist

Dengan semangat kebersamaan TNI-Polisi dan Rakyat akan menciptakan sebuah kekuatan yang kuat guna memerangi penyebaran virus corana. Wilayah status “hijau”, “kuning”, atau “merah dipetakan terlebih dahulu.

Kemudian wilayah-wilayah  statusnya mereh bisa  langsung dikarantina secara ketat dan penduduknya tak boleh keluar sama sekali dari wilayahnya. Sementara wilayah berstatus hijau dan kuning juga diawasi agar tidak memasuki wilayah statusnya merah. Karantina berjenjang ini, Tentu komandonya  tetap dari pusat dan kepala daerah sebagai komando di daerah.

Jajaran polisi dan Babinsa, lebih paham budaya dan adat istiadat warga, sehingga lebih mudah mengajak masyarakat untuk memutus rantai penyebaran wabah Corona. Babinsa dalam menjalankan tugas sangat bisa diandalkan.  Dalam situasi apapun tidak menjadi kendala bagi anggota TNI untuk selalu bersama Rakyat.

Babinsa, pihak kepolisian dan pemerintah tingkat desa bisa langsung mengecek apakah warga di wilayahnya mempunyai sejarah bepergian ke zona merah. Setelah mengetahui warga pernah berpergian ke zona merah maka warga tersebut langsung di karentina di rumah atau tempat yang telah disediakan pihak desa.

Lebih lanjut kata Anwar dengan melakukan karantina berjenjang mulai dari desa  rantai penyeberan Covid-19 di Indonesia akan lebih cepat dituntaskan. Karantina berjenjang tersebut kata Anwar sudah dilakukan Negara Cina dan Korea Selatan dan sekarang Negara tersebut berhasil mengendalian penyebaran wabah Corona di negaranya.

Pemerintah Cina kata Anwar pada Januari, secara efektif menutup Wuhan, menempatkan 11 juta penduduknya dalam karantina ketat. Langkah yang kemudian diikuti kota lain di Provinsi Hubei. Sementara di wilayah lain seantero China, pemerintah setempat berkeras melarang warganya untuk tidak keluar dan diam saja di rumah. Untuk diketahui karantina tersebut diawasi Babinsanya Cina.

Dua pekan setelah Wuhan ditutup, yang merupakan masa inkubasi virus corona, jumlah (infeksi) mulai berkurang. Social distancing ekstrem dan karantina mandiri sejak saat itu mulai diikuti oleh negara lain di Eropa, termasuk beberapa negara bagian AS.

Selain itu, Anwar menghimbau para menteri selalu mendampingi Presiden Jokowi ketika berpidato terkait pencegahan wabah Covid-19. Anwar melihat kepala Negara lain seperti Cina, Amerika Serikat  selalu didampingi menterinya ketika tampil ke publik. Kehadiran para menteri  ujar Anwar  penting  agar masyarakat Indonesia melihat petinggi-petinggi negeri ini bersatu melawan Covid-19. (zul)