Ketum Militan 34: Deklerasi KAMI Hasrat Merebut Kekuasaan Bukan Ingin Memperbaiki Bangsa

406
foto dokumen m34

Jakarta Indonesia Weely

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menggelar deklarasi di Tugu Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/08/2020) lalu. Deklarasi tersebut dihadiri tiga presidium KAMI yakni Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo, Profesor Rochmat Wahab, dan Din Syamsuddin.

Menurut Din Syamsuddin, kehadiran KAMI, untuk menegakkan kebenaran dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Mulai saat ini dari tempat ini, kita bertekad untuk memulai sebuah gerakan moral untuk perbaikan dan perubahan Indonesia yang lebih baik,” demikian ucap mantan Ketum Muhamadiya tersebut.

foto ist

Namun deklerasi KAMI tersebut terjadi pro dan kontra di masyarakat. Seperti yang dilontarkan Ketua Umum M34, Dr. Anwar Husin, S.H, M.M. Ia, tidak mengerti tujuan pembentukan KAMI. Seharusnya para elit memberikan teladan ketika membangun narasi dan nalar publik dalam kebebasan berekspresi bukan menonjolkan hasrat merebut kekuasaan.

Anwar melihat deklerasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), lebih dominan unsur kekuasaannya. Bila, pembentukan organisasi tersebut terkait dengan kinerja,  Presiden Jokowi dan Wakili Presiden Ma’ruf Amin nampaknya kurang tepat.

Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin katanya Anwar, sudah bekerja dengan baik. “Terlepas masih ada kekurangan-kekurangan, itu wajar saja. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Selain itu tak gampang menyenangkan semua orang. Apalagi Indonesia  terdiri dari 17 ribu pulau, ratusan suku  bangsa dan beragam agama” ujar Anwar.

Pasang Badan

Miliatan 34 (M34) terkait hal ini, siap pasang badan untuk menjadi benteng terakhir bagi Presiden Joko Widodo dalam menghadapi pihak-pihak yang mungkin akan menjatuhkannya di tengah jalan. M34 menentang keras pihak-pihak yang ingin menjatuhkan pemerintah di tengah jalan. Mengkritik boleh saja. Itu bagian dari demokrasi. “Tetapi kalau bentuknya udah ingin melengserkan presiden, pasti rakyat tak akan tinggal diam,” ujar Anwar

Sebab katanya, bila pelengseran itu terjadi, maka akan merugikan kehidupan berbangsa dan Negara yang selama ini sudah berjalan baik. ” Kami loyalis Jokowi yang tergabung, M34, akan menjadi benteng terakhir Pak Jokowi dari serangan pemakzulan (impeachment),” kata  pakar hukum pidana itu.

Ribuan militan 34 dari berbagai provinsi di Indonesia sudah menyatakan siap berangkat ke Jakarta menyikapi situasi akhir-akhir ini. “Dalam pandangan kami presiden Jokowi dan kabinetnya sudah bekerja ekstra keras untuk mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia, termasuk juga memerangi wabah Covid-19. Pemerintah juga telah mengeluarkan dana cukup besar untuk membantu warga yang terdampak,” jelas Anwar.

Jokowi dan KH Ma’ruf Amin belakangan ini kata Anwar begitu direndahkan, dihina, difitnah  dan dicari-cari kesalahannya.  M34 tegas Anwar  tak bisa tinggal diam, “Belum pernah ada presiden di Indonesia yang di remehkan seperti ini,” tukas Anwar.

Lebih lanjut tambah mantan legislatif Kalimantan Barat tersebut, tak hanya M34, Relawan Jokowi lainnya dari seluruh Indonesia juga sudah menyatakan kesiapannya bergerak. “Demonstrasi menyampaikan aspirasi boleh dan sah tetapi kalau sudah mengarah pada tindakan anarkis, berusaha menjatuhkan, melengserkan pemerintahan yang sah, kami pasang badan,” tandas pengacara kondang tersebut.(***)