Isu PKI Dihembuskan Pebisnis Hitam M34: Himbau KSP dan KAMI Dialog

386
Dr. Anwar Husin, S.H, M.M foto pribadi

Jakarta-Indonesia Weekly

Ketua Umum Militan 34 Dr. H. Anwar Husin, S.H, M.M,  menghimbau deklelator  Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)  dapat menyampaikan aspirasi  melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) atau langsung kepada presiden Jokowi.

Anwar  meyakini Jokowi  akan senang hati menerima masukan yang disampaikan para tokoh KAMI. “Jokowi,  dikenal sangat demokrasi dan suka mendengar keluhan masyarakat dan masukan para tokoh,” demikian kata Anwar Husin ketika dihubungi lewat ponselnya Sabtu  sore (03/10).

Loyalis Jokowi ini menilai, aksi-aksi yang dilakukan KAMI dengan mengundang banyak orang, kurang tepat dan tidak memiliki sense of crisis di tengah pandemi Covid-19. Berbagai  kericuhan pada deklarasi KAMI beberapa waktu lalu,  tak ada andil pemerintah . “Itu semua  murni inisiatif sejumlah Ormas yang  menolak deklarasi KAMI,” katanya.

Mengumpulkan  massa di berbagai daerah, apalagi  wabah pademinya tinggi, kata Anwar akan berpotensi menambah klaster baru covid 19 di Indonesia. “Mereka justru menyampaikan keprihatinan-keprihatinan yang sesungguhnya  tidak tepat pada kondisi sekarang ini ,” katanya.

Pakar hukum pidana ini juga melihat  gerakan KAMI tidak mencerminkan gerakan moral tetapi sudah menjadi gerakan politik. “KAMI sepertinya sedang mendorong seseorang untuk dimajukan  pada Pilpres 2024 nanti,”katanya.

Untuk menaikan elektabilitas tokoh  tambah Anwar  diduga KAMI melontarkan isu-isu lama seperti kebangkitan PKI  gaya baru, menganggap pemerintah tak becus mengatasi Covid 19 dan  seolah-olah   ada nerasi pemerintahan menjegal aksi  deklarasi KAMI.

Pengacara kondang ini menghimbau, setiap orang dapat menahan ‘birahi’ politik dan lebih baik mencurahkan pikirannya membantu  penanganan pandemi  covid-19. Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot,  terkait salat jemaah di tengah wabah Corona Covid-19 baru-baru ini,  kata Anwar juga bisa membingungkan masyarakat dan mempelemah  upaya pemerintah dalam mengajak masyarakat melawan  wabah Covid 19 di Indonesia.

Kebangkitan PKI

Selain itu Anwar menghimbau Mantan Panglima TNI, Jenderal  (Purn)  Gatot Nurmantyo  lebih berhati-hati menyampaikan pernyataan terkait isu kebangkitan PKI. Pasalnya isu tersebut  bisa  membuat bingung masyarakat.

Selaras dengan pernyataan Staf Kepresidenan  Moeldoko, Anwar menilai isu kebangkitan PKI, yang digulirkan Gatot  tidak dijadikan komoditas untuk kepentingan tertentu yang dampaknya bisa meresahkan dan menakut-nakuti  masyarakat.

“Sebagai eks Panglima TNI, Gatot harus bisa memperlihatkan sikap negarawan dan tidak  membuat narasi  yang memperkeruh suasana yang bisa mempersulit kinerja kepemimpinan  Jokowi dalam membangun bangsa dan Negara Indonesia yang lebih baik,” kata pakar hukum pidana ini.

Anwar menilai isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) diembuskan saat pandemi virus corona (Covid-19) bertujuan untuk membuat kekacauan di masyarakat. Sasaran tembaknya  tentu pemerintah presiden Jokowi.

Menurut Anwar, tuduhan Jokowi merupakan anak PKI baru-baru ini, tidak berdasar. “Joko Widodo lahir tahun 1961. Ayah Joko Widodo bernama Widjiatno yang kelak menjadi Notomihardjo, dan Ibu Joko Widodo adalah Sujiatmi. Silsilah Jokowi sangat jelas.

Anwar menilai, kebangkitan PKI saat ini hanya isu yang sengaja dihembuskan kelompok tertentu untuk mengacaukan situasi politik. Mantan pengiat HAM  Kalimantan Barat ini menduga,  isu PKI dilakukan pebisnis hitam -yang tidak bisa melakukan korupsi akibat kebijak Jokowi – politisi busuk, dan radikalis agama.

Sebelumnya, isu Komunis ini dihembuskan oleh Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Ia, menyebutkan bahwa ia telah mengendus gelagat bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI). Terbaru, isu bangkitnya Komunis ini disentil oleh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) yakni Amien Rais dengan menyentil Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Amien Rais dalam siaran langsung launching Buku Risalah Kebangsaan: Pilihan untuk Pak Jokowi, Mundur atau Terus yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, pada Jumat 25 September 2020.

mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI ini menuding bahwa kebangkitan Komunis atau PKI diawali sejak Jokowi menjabat sebagai presiden RI.”Jokowi melakukan pembiaran terhadap komunisme. Saya melihat komunisme bangkit kembali semenjak Jokowi menduduki kursi nomor satu di Indonesia,” kata politisi mantan Ketua MPR RI  tersebut. (zul).