Insank Nasruddin Pegang Komando Rumpun Bugis Makasar Rantau (RBMR)

280

Bogor, indonesiaweekly.co.id | Dewan Pengurus Pusat, Rumpun Bugis Makasar Rantau (DPP RBMR), yang digawangi oleh seorang Advokat Insank Naruddin SH, menjadi ketua umum yang melantik para anggotanya.

Pelantikan masa bakti 2021-2024, yang sekaligus rapat kerja DPP, dilaksanakan Jumat dan sabtu (19-20/3/2021), di Vila Mulia Sari TNI AU Jl. Raya Puncak, Cisarua Bogor, Jawa Barat.

Insank Nasruddin menyampaikan RBMR yang ia pimpin baru berdiri 17 Febuari 2021, keberadaannya sebagai wadah silahturahmi dan rumah bersama bagi para perantau.

“Karena masih banyak masyarakat Bugis Makasar yang tersebar di seluruh Indonesia. RBMR ini sebagai rumah atau wadah bersama bagi masyarakat etnis Bugis Makasar,” kata Insank.

Menurut dia, perkumpulan ini tidak hanya sekedar kongkow, selain silahturahmi juga bisa saling tolong menolong dan memberdayakan saudara setanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kedepan kami akan mengembangkan sayap diseluruh wilayah Indonesia, dibentuknya DPD ditiap Provinsi dan DPC ditiap Kabupaten/Kota,” ujar Insank.

Insank menyadari beratnya memimpin sebuah organisasi, ia menganalogikan sebuah kapal yang akan berlayar menerjang badai dan harus mencapai tujuan dengan kebersamaan yang saling mendukung.

“Apapun aspirasi, apapun keluhan dari berbagai daerah, kita akan tampung, kita akan lanjutkan, kita akan berikan bantuan kepada mereka apapun itu, kita putuskan itu secara bersama-sama,” ujar Insank.

“Dengan dilantiknya, struktur kepengurusan ini bisa membangun kegiatan positif memberdayakan umat, RBMR yang memberikan kiprah dalam berbangsa dan bernegara,” katanya.

Terjalin komunikasi dan mempererat rasa persaudaraan sebagai tujuan. Insank menegaskan kesiapannya bersinergi dengan organisasi apapun, tidak terafiliasi dengan partai apapun dan kepentigan siapapun.

Kebersamaan dengan Falsafah, Insank mengatakan, “Dalam kalimat yang menjadi motto kita adalah Siri’Na Pacce. (makna menurut Insank: memegang teguh pada prinsif),”

“Harapan kami RBMR bisa menjadi mercusuar bagi organisasi etnis yang telah ada,” katanya.

Sekedar informasi, dikutip dari laman, www.kpk.go.id “Budaya Siri’Na Pacce Pentingnya Rasa Malu”.

Falsafah Siri’ Na Pacce. dipegang teguh oleh masyarakat di Sulawesi Selatan, khususnya etnis Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.

Falsafah ini selalu diyakini dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan terbentuk menjadi budaya Siri’ Na PacceSiri’berarti rasa malu (harga diri), sedangkan Pacce atau dalam bahasa Bugis disebut Pesse yang berarti : pedih atau pedas (keras, kokoh pendirian). Jadi Pacce berarti semacam kecerdasan emosional untuk turut merasakan kepedihan atau kesusahan orang lain.

Nilai ini dipandang sebagai sebuah konsep yang memberi dampak terhadap perilaku masyarakat yang menganutnya.

Dalam Budaya Bugis atau Makassar mempunyai empat kategori, yaitu (1) Siri’ Ripakasiri’, (2) Siri’ Mappakasiri’siri’, (3) Siri’ Tappela’ Siri (Bugis: Teddeng Siri’), dan (4) Siri’ Mate Siri’. Kemudian, guna melengkapi keempat struktur Siri’tersebut maka Pacce atau Pesse menduduki satu tempat, sehingga membentuk suatu budaya (karakter) yang dikenal dengan sebutan Siri’ Na Pacce. (R)