Ketum M34, Dr. Anwar Husin, S.H,M.M Minta Presiden Jokowi Buat Program Antigen dan PCR Gratis

310
Ketum M34, Dr. Anwar Husin, S.H,M.M

Jakarta, Indonesia Weekly

Pertimbangan aspek  kesehatan,aspek ekonomi dan dinamika sosial, Presiden Jokowi hendaknya  buat program antigen dan PCR gratis kepada masyarakat,demikian ujar Ketua Umum Militan 34 (M34) ketika dihubungi lewat handphonenya Senin (26/07).

foto ist Presiden Jokowi

Menurut, Dr. Anwar Husin,S.H,M.M, kebijakan antigen dan PCR gratis, akan membuat masyarakat yang  terpapar  Virus Covid-19, mendatangi tempat PCR atas  kesadaran sendiri. Masalahnya kata pengacara kondang tersebut, ternyata banyak masyarakat, tidak mau melakukan antigen karena alasan ekonomi.

Program tersebut akan meringankan beban masyarakat yang selama ini sedang terpuruk karena alasan biaya. Pasalnya semua dana PCR sudah ditanggung pemerintah.

Berdasarkan informasi relawan militan  34 di seluruh Indonesia, kata Anwar,  banyak warga terpapar covid-19 mengeluhkan hal tersebut. Sehingga tidak bersedia  melakukan PCR. Parahnya warga yang terpapar itu, masih melakukan aktivitas seperti kumpul-kumpul dan aktivitas bersama keluarga.

foto ist

Kalau sudah begitu, tukas Anwar, akan sulit menurunkan penularan Covid-19, khususnya Jawa dan Bali. Apalagi  muncul lagi varian baru Covid-19 delta  penularannya lebih cepat dibanding Covid-19  dari Wuhan, China. “Maraknya  penyebaran virus-19 atau yang dikenal  klaster keluarga,  salah satunya  penyebabnya kemungkinan buruknya kesadaran masyarakat itu,” ujarnya.

Memang kata Anwar,  program pemeriksaan antigen dan PCR gratis, tidak gampang, karena pemerintah  harus memperbanyak laboratorium dengan menempatkan tempat-tempat PCR  di berbagai tempat seperti kelurahan, puskesmas, Mal dan tempat-tempat publik lainnya.

Tetapi, bila hal itu bisa diterapkan, masyarakat akan muda melakukan antigen dan PCR dan tak ada alasan untuk PCR. “Antigen dan PCR gratis,  solusi yang perlu dipertimbangkan Pemerintah untuk menurunkan penyebaran covid 19 agar tidak berulang,” tandas Pakar Hukum Pidana tersebut.

PPKM Level 4

Untuk diketahui, presiden Jokowi dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

foto ist penjelasan presiden ttg PPKM Level 4

Kebijakan tersebut diambil setelah Presiden dan jajarannya mempertimbangkan sejumlah hal, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika social yang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini. “ Denganmempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika social, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021,”ujar Presiden Jokowi di Istana Negara Minggu (25/07) kemarin.

Namun, katanya akan ada  beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati.  Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk dibuka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat.  Kapasitas maksimal 50 persen dan buka sampai dengan 15,00, dimana pengaturan lebih lanjut dilakukan kepala daerah. (zul)