Dampak Konflik Geopolitik AS,Israel-Iran Progam Unggulan Prabowo-Gibran, Jadi Solusi

foto Dr. Anwar Husin, S.H.M.M.M.H

Jakarta-Indonesia Weekly

Era ekonomi global dimana dampak perang USA, Israel-Iran, yang bisa menyebabkan resesi ekonomi dunia, termasuk Indonesia berdampak pada semua sector usaha industry dan Jasa.

Read More

Perang antara AS-Israel dan Iran (per Maret  2026) telah memicu guncangan ekonomi global melalui lonjakkan harga minyak dan energy akibat terganggunya jalur distribusi di Selat Hormusz.

Gangguan tersebut, menyebabkan meningkatnya inflasi, kenaikkan biaya logistic/asuransi kargo melonjak tajam,  termasuk tekanan pada pasar saham, dan pelemahan mata uang termasuk rupiah (bagi Indonesia) akibat capital outflow.

Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, bukan hanya memicu kenaikan energy, melainkan juga mengganggu pasokan bahan baku penting, serta menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan internasional yang selama ini menjadi penghubung distribusi berbagai barang, mulai dari pangan hingga komponen berbagai industry.

Konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran itu, juga sangat berdampak pada  ekonomi masyarakat di Indonesia. Untungnya sebelum konflik geopolitik itu terjadi pemerintah telah membuat program yang pro rakyat.

Berbagai program pemerintah Prabowo dan Gibran yang selama ini sudah berjalan bisa menjadi penyelamat ekonomi untuk menjaga daya beli rakyat dan stabilitas fiscal sebelum konflik geopolitik normal kembali.

Program pemerintah Prabowo-Gibran yang sudah berjalan dan diperkirakan bisa menjadi penyelamat untuk menahan penurunan daya beli masyrakat akibat inflasi diantaranya program keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kartu Sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bansos Beras untuk mengatasi lonjakan harga pangan.

Begitu juga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi inisiatif strategis utama pemerintah Prabowo-Gibran untuk meningkatkan kualitas SDM, mengatasi stunting dan mendorong ekonomi local. Anggaran senilai Rp 71 triliun pada tahun 2025, meningkat ke Rp 335 triliun pada tahun 2026, menargetkan perbaikkan gizi jutaan anak sekolah dan ibu hamil diseluruh Indonesia tanpa disadari akan menjadi solusi.

Dalam rangka antisipasi gangguan pasokkan pangan, pemerintah juga telah mengamankan sumber inpor energy dari luar kawasan Timur Tengah (seperti nota kesepahaman Pertamina dengan perusahaan AS) untuk menjamin pasokkan dalam negeri.

Pembina Laskar Prabowo 08 Nasional dan Tim Ahli Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Hukum Pertahanan Nasional, Dr. Anwar Husin S.H,.M.M,.M.H, dikantornya Kamis pagi (07/03/2026)  mengatakan, berbagai program dan kebijakan yang dibuat pemerintah Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran tanpa disadari telah membantu kesuliatan ekonomi rakyat danpak konflik geopolitik yang sekarang  terjadi.

Menurut Anwar Husin, peniilaian berbagai pihak terhadap program Prabowo-Gibran terhadap dampak dari program dan kebijakan pemerintah masih terlalu dini. Pasalnya, implementasi program-program tersebut baru satu tahun dan memang diperlukan penyesuaian-penyesuaian agar lebih baik lagi.

Dari sisi output, Anwar menilai progam MBG dilihat dari jangkauannya yang diterima jutaan siswa cukup besar dan tidak gampang untuk menyalurkannya. Lebih lanjut katanya, tidak bisa suatu program itu, akan langsung berhasil dan tentunya perlu adanya evaluasi untuk perbaikan-perbaikan agar program yang pro rakyat itu makin hari makin baik.

Program lain seperti sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga bagus dan sangat membantu masyarakat yang kurang mampu. Program tersebut pungkas Anwar, tujuannya juga baik dan memang  harus terus diavaluasi agar semakin lebih baik.

Lebih lanjut ujar Anwar, dalam  mengukur pencapaian suatu program tidak bisa diukur dalam waktu singkat, tetapi diperlukan riset ilmiah untuk memastikan apakah suatu kebijakan itu sudah mencapai tujuan atau belum.

“Diperlukan evaluasi program yang komprhensif dan sistematis, dan tidak bisa menilai suatu program itu secara instan. Diperlukan analisa aktivitas, karakteristik, serta hasil untuk menentukkan tingkat keberhasilan dan dampak suatu program,” tandas Anwar. (zul)

Related posts