Tim Garuda Polresta Bandara Soetta ungkap Kasus Pemalsuan KTP, SIM dan SKCK dengan 7 tersangka.

0
12

IndonesiaWeekly,Jakarta-Rabu (9/10/2019) bertempat di taman integritas komplek mapolres bandara soetta, Kapolresta Bandara SoekarnoHatta AKBP Arie Ardian Rishadi S.IK di dampingi jajaranya Kasat Narkoba Kompol Arif Ardiansyah SH, SIK, Kasat Bimas Kompol Anggi Sinambela, Kasat Intelkam Kompol Boyke Siregar S.Sos, Kabag Ren AKBP Akhir Budianto dan Kasat Reskrim AKP Alexander SIK, SH, MM, M.SI menggelar konferensi pers keberhasilan tim garuda mengungkap pemalsuan dokumen berupa KTP, SIM dan SKCK.

Kapolres menjelaskan modus yang di lakukan mereka surat suratnya asli tapi datanya di palsukan, mereka mendapatkan bahannya dari tersangka K (DPO) copet di daerah senen jakarta pusat yang masih kita cari.

Ada 7 tersangka yang berhasil di amankan dengan perannya masing masing di antaranya tersangka NF ( 32 tahun ) sebagai pembuat KTP, SIM dan SKCK palsu yang mulai beroperasi dari bulan maret 2019 dan memasarkannya melalui media sosial, tersangka HA ( 33 tahun) sebagai perantara pemesanan dengan keuntungan sebesar Rp 400.000,- dan kelima tersangka lainnya AAA (29 tahun) , AS (36 tahun), IR (33 tahun), MH (28 tahun) dan S ( 32 tahun) sebagai pengguna yang memanfaatkan dokumen palsu ini untuk mendaftar dan membuat akun layanan antar berbayar sebagai pengemudi online gocar dan di duga kuat melakukan praktek order tuyul.

” Ini ktp asli di hapus lalu di cetak kembali dan di laminating makanya hasilnya bagus, untuk skck juga sama bahannya asli dia gunakan cairan untuk menghapus tulisannya tetapi lembaranya asli ada logo,tulisan airnya hanya tulisannya saja yang di rubah” ujar Kapolres yang terkenal ramah dengan awak media ini.

Barang Bukti yang berhasil di amankan ktp dan sim asli yang di dapat tersangka NF dengn membeli Rp 100.000,- dari dpo K, SKCK, laptop, printer,cairan pembersih dan cap stempel dari berbagai polres di wilayah polda metro jaya.

“Untuk satu paket sim, ktp dan skck ini tersangka NF mendapat keuntungan 800 ribu dan memasarkannya melalui media sosial facebook” ujar Kapolres lulusan Akpol 1996 ini.

Tersangka NF saat di interogasi Kasat Reskrim AKP Alexander mengaku belajar memalsukan dokumen secara otodidak dan rata rata sebulan mendapatkan 10 orang pelanggan.

Ketujuh tersangka di kenakan pasal 263 ayat 1,2 dan 264 ayat 1,2 KUHP tindak pidana pemalsuan surat dengan ancaman penjara maksimal delapan tahun. (Dc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here