Edy Sanjaya Ahli Service Piano Di Depok

463

Depok, Indonesiaweekly.co.id | Piano yang sudah lama anda miliki pastinya akan semakin tidak selaras atau hilang karakteristik kualitas nadanya karena setiap nada di tengah dan di atas dibunyikan oleh lebih dari satu senar, tentunya bila terjadi ketidak selarasan dalam nada akan cenderung tidak menyenangkan untuk dimainkan dan didengarkan.

Idealnya, piano distem (tuning) secara teratur biasanya empat kali dalam satu tahun agar keselarasan nada tetap terjaga. Ada beberapa faktor yang menyebapkan piano harus distem ulang, seperti yang dikatakan oleh Edi Sanjaya, pemilik bengkel Abelpiano yang sudah 28 tahun berpengalaman dalam mengatasi kerusakan macam Рmacam merk piano, bahwa kelembapan di studio ataupun di rumah umumnya merupakan kriteria paling penting dalam menentukan seberapa sering piano perlu distem.

Edy menambahkan, selain kelembapan, palu flanel juga sangat berpengaruh karena seiring waktu palu flanel akan semakin mengeras. Palu flanel akan menjadi terkompresi oleh benturan yang berulang pada senar dan juga membentuk alur di titik – titik kontak dengan senar.
“Palu yang lebih keras menghasilkan kualitas nada yang lebih cerah (nyaring), yang pada akhirnya dapat menjadi keras dan tidak diinginkan”, kata Edy di kediamannya di Gg. Piano, Jl. Citayam Raya, Depok. Jumat, (02/10/2020).

Edy yang sudah ahli dalam hal tersebut dapat melunakan palu flanel dengan alat khususnya, dia juga dapat mengeraskan kembali palu flanel apa bila terlalu lunak.

Dijelaskannya oleh Edy, bahwa palu flanel cenderung aus dan tidak merata karena seberapa banyak dan seberapa kuat pemain piano memainkannya. Tak hanya itu, senar juga dapat melengkung di permukaan palu sehingga penyuaraan nadanya akan semakin tidak selaras.

“Intinya sih, seberapa banyak dan seberapa sering piano dimainkan adalah faktor berapa kali piano harus distem kembali”, tutupnya. (Ad)

BACA JUGA :  Ketum DPP Asprindo: UMKM Menjadi Jaring Pengaman Disaat Krisis Ekonomi