Jakarta-Indonesia Weekly
Kepemimpinan populis dengan gaya ceplas-ceplos, gemar blusukan, mendapat apresiasi tinggi Masyarakat.
Gaya kepemimpinan populis sebelumnya kerap dipraktikkan Joko Widodo baik di Tingkat daerah maupun Nasional. Kini pemimpin populis juga dilakukan oleh gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang dijuluki Gubernur Konten oleh masyarakat.
Dedi Mulyadi, kerap memanfaatkan media social dalam mempublikasikan aksi blusukannya. KDM dikenal sering meninjau langsung berbagai wilayah untuk mengatasi permasalahan warga secara langsung kemudian mempublikasikanya ke Medsos.
Tak jarang, gaya kepemimpinan KDM, yang terbuka dan langsung mengeksekusi keluhah Masyarakat, membuat kepala daerah lain (gubernur/bupati/walikota) sering disindir oleh warga mereka sendiri.
Rakyat membandingkan kinerja kepala daerah dengan aksi langsung KDM di lapangan, menuntut pemimpin mereka untuk tidak hanya duduk manis di kantor. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia tingkat kepuasan warga, dalam satu tahun menjabat, terhadap kinerja KDM mencapai 95,5%.
Bahkan Survei Litbang Kompas, lebih tinggi lagi mencapai 97% Warga menilai KDM sebagai pemimpin yang responsif, aktif turun ke lapangan, dan fokus pada pemerataan pembangunan, meskipun masih terdapat kendala fiskal yang disadari sebagai tantangan .
Qaya kepemimpinan KDM yang mengutamakan pendekatan personal ke masyarakat layak dijadikan standar baru (rule model) kepemimpinan di Indonesia khususnya di daerah-daerah lain di Indonesia.
Masyarakat butuh seorang pemimimpin yang kerja nyata bukan pemimpin yang hanya sekedar berwacana tanpa bisa dilihat hasilnya. Dalam sebuah kesempatan KDM pernah mengatakan bahwa pentingnya sinergi antara jajaran pemerintah provinsi dan masyarakat, agar pembangunan di Jawa Barat terus berjalan dari kota hingga pelosok Jawa Barat.
Angka hasil survei menunjukkan bahwa gebrakan kebijakan KDM bukan hanya viral, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jawa Barat.
Ada beberapa gebrakan yang sangat diaprisiasi warga Jawa Barat. Mulai dari: Penghapusan denda & tunggakan pajak kendaraan, Perbaikan ratusan kilometer jalan, PJU & listrik gratis, Normalisasi sungai & penutupan tambang illegal, Kebijakan pendidikan & kedisiplinan siswa, Realokasi anggaran untuk kebutuhan dasar rakyat
Program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di tengah efisiensi anggaran nasional, Jawa Barat justru mencatat pertumbuhan ekonomi 5,8%, di atas rata-rata nasional.
KDM menekankan pentingnya pembangunan berbasis kebudayaan:
.Pernyataan Dedi Mulyadi Jawa Barat, harus membumi dan tidak terpengaruh budaya luar sejalan dengan visi dan pendekatan kebudayaan yang sering beliau sampaikan. KDM menegaskan bahwa kekuatan budaya lokal adalah alasan utama Indonesia dapat bertahan, dan kebudayaan harus menjadi pilar utama dalam pembangunan.
Pembangunan di Jawa Barat harus berlandaskan pada kebudayaan setempat dan tidak boleh menghilangkan identitas budaya. KDM menyoroti bahwa peradaban Timur memiliki kekayaan spiritual yang kuat, sementara Barat seringkali mencoba mencekoki masyarakat agar menjadi konsumen.
KDM secara konsisten menekankan pentingnya mempertahankan identitas lokal dan spiritualitas di tengah arus globalisasi dan pengaruh budaya luar. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mencontohkan Iran sebagai negara yang tangguh dan mampu bertahan meskipun berada di bawah tekanan serangan Amerika Serikat (USA) dan Israel.
KDM memuji ketangguhan Iran yang mampu memproduksi teknologi sendiri, seperti drone dan hulu ledak, alih-alih bergantung pada pembelian senjata mahal. Intinya KDM menekankan pentingnya mempertahankan identitas diri dan berdikari diatas kaki sendiri dalam membangun bangsa (dari berbagai sumber).
Penulis: Adalah Tim Ahli penasihat khusus Presiden RI Bidang Hukum pada Kantor Penasehat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
