Militan 34 Dukung TNI-Polri Lawan Ormas Radikal

321
foto ist

Indonesia Weekly

Ketua Umum Militan 34, Dr. Anwar Husin, S.H,MM, mendukung  TNI dan Polri melakukan tindakan yang tepat dan tegas terhadap setiap ganguan keamanan yang muncul di tengah masyarakat. Hal ini dikatakan Anwar ketika dihubungi lewat ponselnya Selasa malam (08/12).

Negara  tukas Anwar, tidak boleh kalah dengan premanisme. Oleh karena itu, aparat TNI dan Polri harus bersikap tegas terhadap organisasi yang intoleran dan radikal. “Dukungan TNI  terhadap  kepolisian akan membantu mempermudah proses penegakan hukum,” ujarnya.

Soliditas TNI-Polri  kata Anwar adalah kunci membuat Indonesia aman dan menjaga stabilitas politik nasional. Lebih lanjut kata  pakar hukum pidana tersebut, sebagai garda terdepan pertahanan NKRI, TNI punya kewajiban untuk melindungi NKRI dari perpecahan termasuk dalam hal ini menghadapi ormas intoleran.

Tindakan mereka, kata  pengiat hukum  tersebut, selama ini sudah sangat meresahkan masyrakat, mengganggu ketertiban umum dan mengancam persatuan bangsa. “Mereka berani kemunginan  ada yang membekingi  dan  ada dukung dana besar ,” ujarnya.

Ditanya tanggapannya terhadap penembakan terhadap enam orang anggota  ormas di jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50 pada Senin (07/12) dini hari,  menurut Anwar , negara tidak boleh kalah dengan pihak-pihak yang melanggar hukum. “Apa yang dilakukan Polri  terhadap FPI sudah sesuai hukum,” ujar nya.

Apalagi, kata Anwar, bila benar senjata-senjata yang ditunjukkan Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman adalah senjata milik anggota FPI, maka pembelaan Polri atas jiwa anggotanya yang terancam bisa diterima.

Kendati demikan tukas Anwar, Polri harus melakukan evaluasi pemakaian senjata api oleh anggotanya, keenam orang tersebut terpaksa ditembak sebagaimana keterangan Polda MetroJaya, karena menyerang anggota polisi.

foto ist

Lebih lanjut dikatakan Anwar, para tokoh-tokoh masyarakat agar tidak memperkeruh suasana. Harus lebih memberikan pencerahan kepada masyarakat agar a situasi kondusif  dan terjaga. Masyarakat juga harus turut memberikan dukungan kepada kepolisian dan TNI untuk melakukan proses hukum secara profesional dan sesuai  hukum yang berlaku.

“Secara kemanusian,tentu  kita sangat prihatin dengan adanya penembakan tersebut. Agar tidak terjadi korban jiwa  lagi, ada baiknya Habib Riziq Syihab korporatif  kepada aparat hukum. Jika memang tidak bersalah, tentu tidak akan dihukum,” tegas Anwar.

Loyalis Jokowi tersbut menghimbau pentolan FPI, tidak perlu lari dari pemanggilan maupun proses-proses hukum yang berjalan, agar katanya tidak menimbulkan persoalan-persoalan baru di tengah masyarakat.

Masyarakat, juga lanjut Anwar, diimbau untuk tidak termakan informasi-informasi yang memprovokasi. Banyaknya informasi yang beredar bisa saja menyulut emosi masyarakat. “Mari kita dukung Polri menangani kasus ini, masyarakat hendaknya  melakukan aktivitas sebagaimana mestinya,” ujarnya. (zul)