Ketua Umum Muslim Cyber Army-Jokowi Masyarakat Lemah Pengetahuan Tentang Sosmed

0
106
foto Diki Chandra

Jakarta-IW

Fenomena haters dan hoaks bermunculan pada Pilpres 2019 lalu. Korbannya pun menyasar calon presiden dan calon wakil presiden yang bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu, baik Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Umum Muslim Cyber Army-Jokowi, Diki Chandra, MM, menyarankan kedepan ada training khusus kepada para anggota ormas dan aktivis agar tak mudah percaya dengan dengan informasi dunia sosmed. Sekarang jelas Diki kebanyakan masyarakat, lemah pengetahuan tetang social media (sosmed).

fenomena hoaks dan haters belakangan kata Diki,  sering kali menyasar  agama dan etnis tertentu. Mereka, tidak bisa membedakan mana berita benar dan tidak bisa dipercaya. Mereka menelan mentah-mentah informasi palsu yang menyesatkan itu.

Ketua Umum Muslim Cyber Army-Jokowi, Diki Chandra, MM, menilai pada pemilu 2019,  umat Islam sering kali dijadikan kuda tunggangan bagi kepentingan politik sesaat. Diki lebih lanjut menghimbau masyarakat pentingnya mewaspadai apa-apa saja yang akan kita posting di dalam sosial media agar tidak menimbukan niat-niat jahat.

Terkait Pilpres 2019 ini, terlepas dari apapun hasil yang nanti diputuskan, Chandra berharap mengajak umat untuk berdoa agar pemilu dapat memberikan manfaat terbaik untuk bangsa Indonesia. Sekarang sudah bukan lagi masanya untuk berpikir tentang 01 atau 02, tetapi bagaimana berpikir untuk kemajuan Indonesia. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here