Dirjen Hubla Instruksikan Kapal Tradisional Kelebihan Kapasitas Wajib Digrounded

0
14
foto bisnisnews

Jakarta, IW

 Seluruh Kapal
tradisional di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara yang tidak
memenuhi syarat keselamatan berlayar 
dilarang beroperasi. Minimal 
penumpang yang diangkut sesuai kapasitas kapal dan  wajib menggunakan life jacket

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo
menginstruksikan

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
Kelas IV Muara Angke  tidak menerbitkan
Surat Persetujuan Berlayar (SPB) jika ditemui ada kelebihan kapasitas penumpang
dan penumpang tidak memakai life jacket.

“Sekali lagi kami ingatkan, tidak ada celah sedikitpun
terhadap pelanggaran. Saya sudah instruksikan KSOP bersikap tegas, “kata
Dirjen  Agus  saat 
mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau aktivitas
muat penumpang kapal tradisional di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke tujuan
Kepulauan Seribu Jumat (7/6/2019) pagi.

Dia juga  telah
perintahkan seluruh unsur petugas Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP)
Tanjung Priok berpetan aktif membantu kelancaran dan memastikan  seluruh kapal 
mematuhi  aturan keselamatan
pelayaran.

“Saya ke Kali Adem untuk memastikan kegiatan muat penumpang
yang akan berwisata ke Kepulauan Seribu di musim libur Lebaran sudah sesuai
dengan arahan Menteri Perhubungan yaitu tidak boleh melebihi kapasitas
penumpang dan penumpang menggunakan life jacket selama pelayarannya,” ujar
Dirjen Agus .

Dirjen Agus meminta 
KSOP Muara Angke memperhatikan kapasitas penumpang dalam kapal
tradisional yang menuju ke Kepulauan Seribu maupun sebaliknya dan kewajiban
pemakaian life jacket untuk para penumpangnya.

“Petugas Pangkalan PLP Tanjung Priok beserta kapal
patrolinya terus disiagakan dalam mengawal para penumpang berwisata ke
Kepulauan Seribu,” kata Dirjen Agus.

Adapun PPLP Tanjung Priok menyiapkan kapal patroli KPLP
KNP.348 dan RIB PLP Priok yang sudah siaga di alur masuk pelayaran Pelabuhan
Kali Adem.

Kepada para penumpang Dirjen Agus juga meminta patuh
terhadap  aturan keselamatan pelayaran
yaitu menggunakan life jacket selama pelayarannya.

“Tadi saya meminta kepada para penumpang agar dengan
sukarela mengenakan life jacket untuk keselamatan dirinya. Jumlah Life jacket
yang ada saat ini sudah mencukupi agar semua penumpang dapat memakainya. Saya
juga meminta awak kapal dapat memberikan contoh dan mengingatkan penumpang
untuk selalu menggunakan life jacket untuk keselamatan,” tegas Dirjen
Agus.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas IV Muara Angke, Capt.
Handry Sulfian  mengatakan bahwa hari ini
ada 22 kapal dengan total penumpang sebanyak 4.331 orang yang berangkat ke
Kepulauan Seribu.

“Ada 22 kapal dengan total jumlah penumpang sebanyak
4.331 orang. Situasi lancar dan aman, cuaca cerah dan kami memastikan tidak ada
kelebihan kapasitas kapal dan semua penumpang menggunakan life jacket demi
keselamatan pelayaran,” ujar Handry.

Handry juga menjelaskan bahwa ia dan jajarannya turun
mengawasi proses muat penumpang ke atas kapal dan memastikan semua penumpang
menggunakan life jacket.

Handry menegaskan bahwa keselamatan pelayaran akan terwujud
dengan baik bila ada sinergi antara regulator, operator dan masyarakat sebagai
pengguna jasa.

“Saya berterimakasih atas kesadaran masyarakat untuk
aspek keselamatan, seluruh pelayaran dari Kali Adem, penumpang mengenakan jaket
pelampung yang telah disediakan di tiap kapal,” tuturnya.

Handry  mengaku yerus
mengawal, mengawasi, dan mengontrol kondisi di lapangan serta menekankan
pentingnya keselamatan pelayaran.

“Bila cuaca dilaporkan kurang baik maka pelayaran
ditunda terlebih dahulu untuk keselamatan dan keamanan pelayaran,”
tegasnya. (Syam S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here