Dugaan Monopoli Izin Usaha Pasir, KSOP dan Pelindo II Sunda Kelapa Saling lempar Tanggung Jawab

0
23

Indonesia Weekly

Jakarta-IW

Keberadaan gunungan pasir bangunan yang menempati lahan
seluas 6000 m2 di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, diduga monopoli usaha
karena tak ada pengusaha pasir yang sama diijinkan di pelabuhan tersebut.

Terkait usaha pasir yang diduga monopoli itu, KSOP dan
Pelindo II Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara saling lempar tanggung
jawab . Siapa yang paling bertanggung jawab atas ijin keberadaan gunungan pasir
itu, sehingga berdampak terhadap polusi udara yang membuat Turis Mancanegara
terganggu?

Menurut,  Kepala
Satuan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Utara, Ridwan
Chaniago pihaknya sudah pernah menginggatkan pihak Polindo II terkait polusi
udara.  “Sudah berulang saya
ingatkan baik lisan maupun teguran soal keberadaan pasir tersebut, tetapi
nampaknya Pelindo II tidak mendergarkan peringatan saya,” ujarnya kepada
wartawan belum lama ini.

Untuk diketahui sehubungan dengan keberadaan ribuan kubik
gunungan pasir bangunan dikawasan tersebut berdampak kepada polusi lingkungan terhadap  masyarakat sekitar. Lebih lanjut katanya
pemberian ijin pasir itu sudah ada sebelum ia menjabat di Pelabuhan Sunda
Kelapa. “Tanyakan ke Pelindo soal ijin, dan pasir itu sudah ada sebelum
saya menjabat di sini,”pungkas Ridwan.

Namun, pengakuan KSOP ini, sempat di tampik oleh Pelindo II
Cabang Pelabuhan Sunda Kelapa, karena dianggap keberadaan ribuan kubik gunungan
pasir bangunan yang berjarak tak jauh dari kantor KSOP itu juga berkoordinasi
dengan pihak KSOP,” kata Staf Bidang Sarana Manager, Pelindo II Cabang Sunda
Kelapa, Fitrianto, menjawab wartawan.

Aaat ditanya soal siapa yang dominan memberikan ijin ribuan
kubik gunungan pasir itu karena ijin dari Pelindo II Cabang Sunda Kelapa, dan
itu di luar  koordinasi KSOP? “KSOP
jangan munafiklah,” ujarnya, Namun secara rinci Fitrianto tidak
menjelaskan maksud soal kata jangan munafik ke KSOP tesebut. (Ronny Chandra).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here