Warga Cikawung Dusun Cijati Kabupaten Indramayu Mencari Keadilan

257

Indramayu, indonesiaweekly.co.id | Jaminan atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dewasa ini bagaikan barang langka,Implementasi di lapangan menunjukkan bagaimana bencana alam yang terjadi. Jumat(22/01/2021).

Eksistensi alam yang seharusnya memberikan penghidupan pada manusia telah berubah menjadi musuh dan bencana bagi manusia.

Longsor dan banjir di wilayah Cikawung Kabupaten Indramayu tidak lepas dari rusaknya ekologi di wilayah Jawa Barat, Eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam disebut-sebut sebagai penyebab utama dari bencarna alam longsor tersebut.

Salah satu warga dusun Cijati Desa Cikawung yang namanya enggan di tulis mengatakan bahwa tambang-tambang pasir yang dilakukan setelah melakukan pengerukan pasir tidak memberi keuntungan bagi rakyat kecil,Sebaliknya, rakyat sebatas ketiban sial karena hanya dapat dampak dari kerusakan lingkungan .

“Rakyat dikasih banjir, longsor , debu jalanan , kekeringan dan kerusakan hutan serta kebun dan sawah menjadi rusak,mereka perusak lingkungan,” kata Warga Desa Cikawung dengan nada kesal .

Andi Tatang Supriyadi,S.E.,S.H.,MH.,CPL adalah salah satu pengacara yang memang memiliki hati untuk membela masyarakat yang termarjinalkan,Hampir belasan tahun dirinya mendarma baktikan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, Kiprahnya dalam mengadvokasi masyarakat banyak dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia .

Begitupun pun ketika dirinya mendapatkan laporan dari warga Dusun Cijati Desa Cikawung Kabupaten Indramayu terkait penambangan pasir yang di duga liar oleh perusahaan besar di wilayah tersebut yang berdampak rusaknya lingkungan , dia tak gentar, malah jiwa nya berontak untuk membela masyarakat yang tertindas dan terampas hak-haknya.

Dengan kata lain, korporasi menikmati impunitas yang kemudian menjadi insentif bagi mereka untuk mempertahankan model bisnisnya yang merusak alam dan lingkungan.

Masih menurut bang Tatang sapaan akrabnya,kami mendapat aduan dari warga masyarakat bahwa ada rencana pembukaan lahan baru tanah milik pemerintah dalam Hal ini dinas Perhutani dan warga sangat keberatan mengingat dampak lingkungan yang pastinya rusak akan lebih parah dari sebelum-sebelumnya.(R)