Ketum GPHN RI : Negara Jangan Kalah Menghadapi Pahlawan Kesiangan

109

Indonesiaweekly.co.id, Jakarta – Ketum GPHN RI ( Gerakan Penyelamat Harta Negara Republik Indonesia ), Madun Hariyadi kembali angkat bicara soal sebutan Raja OTT sudah diseting narasi oleh Harun Al Rasyid dan Najwa Sihab. Minggu (30/05/2021).

“kan saya punya rekaman vidio dan saya paham cara kerja tim kreatif Najwa Sihab, kuat dugaan ada cara kotor harun Al Rasyid dalam merancang target OTT di kendari tahun 2018 silam,” ungkapnya.

Madun menghimbau, Ketua KPK Firli Bahuri tak perlu tersandra oleh Opini Publik yang di bangun Harun Al Rasyid cs, bila perlu Pak Firli dan Dewas KPK segera membentuk Tim Khusus untuk menyelidiki cara kerja Harun cs dalam melakukan OTT. Madun menduga kuat prestasi Harun Al Rasyid dilakukan dengan cara – cara yang kotor.

“Mata Publik harus dibuka, Harun Al Rasyid csĀ  yang bernafsu ingin tetap bekerja di KPK ini hanyalah Pahlawan Kesiangan. Saya sebut Pahlawan kesiangan karena Harun cs ini kan kerja digaji besar, ada biaya oprasional setiap kegiatan, ada tunjangan besar, dan dilindungi Undang -Undang dalam melaksanakan tugas, wajar dong, kalau mereka harus siap jiwa raga dalam mengemban amanah dari Rakyat dalam pemberantasan korupsi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Madun menyampaikan, dalam hal ini saya rasa negara jangan kalah menghadapi manuver para Pahlawan Kesiangan ini. Masih banyak di luar sana yang siap mengabdi dan siap berkorban jiwa raga untuk pemberantasan korupsi.

Menangani kasus korupsi itu bukan pekerjaan yang sulit, jadi tak perlu dibesar – besarkan. Ada peran serta masyarakat yang diatur PP 43 TAHUN 2018 dalam pemberantasan korupsi.

“Saya Ketum GPHN RI mengajak kawan – kawan penggiat anti korupsi tetap konsisten mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, siapapun itu ketua KPK nya harus tetap kita dukung.” pungkasnya.
(Red)

BACA JUGA :  Irjen Pol (Purn) Eddy Kusuma Wijaya SH.MH.MM : Tidak Ada Unsur Melemahkan KPK Dalam Revisi UU KPK