Indonesia Weekly, Kota Depok — Jurnalis dinilai memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi di sektor pertambangan antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat. Peran tersebut menjadi penting karena isu pertambangan tidak hanya berkaitan dengan produksi dan penerimaan negara, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan, kehidupan sosial, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional.
Disebutkan Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (DIRBT UI), Ir. Chairul Hudaya, ST., M.Eng., Ph.D., IPM., dalam konteks itu, keterlibatan pers diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga mampu menerjemahkan kebijakan dan persoalan industri yang kompleks agar lebih mudah dipahami masyarakat.
“Menurut saya ini satu langkah yang sangat baik sekali bagi kita bisa berkontribusi untuk industri pertambangan ke depan yang jauh lebih baik, yang memanfaatkan lingkungan dengan sebaik-baiknya, dengan bertanggung jawab, tanpa merugikan masyarakat sekitar,” ujar Chairul dalam pembukaan MediaMIND 2026 di Gedung Science Techno Park, Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Ia menilai ruang kolaborasi seperti MediaMIND menjadi langkah penting untuk mendorong arah industri pertambangan yang lebih baik. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan pertambangan tidak dapat dilihat hanya dari perspektif ekonomi. Kekayaan sumber daya alam memang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional, tetapi pemanfaatannya membawa konsekuensi terhadap lingkungan dan masyarakat yang berada paling dekat dengan kegiatan tambang.

Chairul menilai sektor pertambangan tetap memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Namun, potensi tersebut harus diikuti dengan cara pengelolaan yang tepat agar manfaat ekonomi tidak dibayar dengan kerusakan lingkungan ataupun persoalan sosial di masyarakat.
“Justru tambang ini akan menjadi salah satu pemasukan bagi bangsa dan negara kita yang bagus untuk pembangunan kita, tetapi dengan cara yang bertanggung jawab,” katanya.
Pandangan tersebut sekaligus menempatkan industri pertambangan dalam perspektif yang lebih luas. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana menggali dan mengolah sumber daya mineral, melainkan bagaimana memastikan kekayaan alam tersebut dikelola untuk kepentingan jangka panjang.
Di tengah kebutuhan Indonesia terhadap mineral untuk menopang pembangunan dan transformasi industri, tuntutan terhadap tata kelola yang baik pun semakin besar. Transparansi informasi, pengawasan publik, dan komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting agar kegiatan pertambangan memperoleh kepercayaan masyarakat.
Masa depan industri pertambangan Indonesia tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar kekayaan mineral yang mampu dieksploitasi. Lebih dari itu, keberlanjutan sektor tersebut bergantung pada kemampuan negara dan perusahaan membangun tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab, transparan, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Forum yang digelar melalui kolaborasi sejumlah pihak, termasuk MainID dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), turut menyoroti posisi media dalam membangun pemahaman publik mengenai industri pertambangan.
Dalam situasi itu, jurnalis memiliki posisi penting. Media dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah dan industri menjelaskan kebijakan, tantangan, serta dampak kegiatan pertambangan secara lebih terbuka.
MediaMIND 2026 kemudian menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kepentingan tersebut. Gagasan yang dibawa bukan sekadar membicarakan masa depan industri pertambangan, tetapi juga bagaimana seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan kekayaan mineral Indonesia dikelola dengan prinsip tanggung jawab dan keberlanjutan.
Sebab, pada akhirnya, masa depan pertambangan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak mineral yang dapat diambil dari bumi, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat dikembalikan kepada negara, lingkungan, dan masyarakat.
[Redaktur: Hendrik I Raseukiy]






