Dialog Sumpah Pemuda Kota Depok: Legislator Pradi Buka Ruang Kritik, Wakapolres Samian Tekankan Kepemimpinan yang Merangkul

Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna (berdiri) sedang benarasi dalam diskusi peringatan Hari Sumpah Pemuda 1928 bertema “Tantangan dan Potensi Kemajuan Bangsa” di Kantor Berita Swara Pendidikan yang diselenggarakan Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) di Beji, Kota Depok. (kiri - kanan), moderator Wahyu Saputra; Ketua AMDB, Samian; Wakapolres Samian, Rabu (28/10/2026). [Indonesiaweekly/Hendrik I Raseukiy]

Indonesiaweekly, Kota Depok – Dialog antara masyarakat, aparat, dan wakil rakyat dinilai penting untuk memperkuat pengawasan kebijakan serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Kritik dan masukan warga perlu mendapat ruang agar kebijakan pemerintah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi peringatan Hari Sumpah Pemuda 1928 bertema “Tantangan dan Potensi Kemajuan Bangsa” di Kantor Berita Swara Pendidikan yang diselenggarakan Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) di Beji, Kota Depok. Diskusi menghadirkan Wakapolres Metro Depok AKBP Samian dan anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna, Rabu (28/10/2026).

Read More

Pradi mengatakan, pertemuan lintas elemen masyarakat menjadi kesempatan untuk bertukar pikiran sekaligus menyerap aspirasi. Sebagai anggota DPRD Jawa Barat, ia membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik maupun masukan terkait kebijakan publik.

“Gak boleh alergi. Kalau memang tidak baik, tidak bagus, atau mungkin tidak tepat, saya sampaikan. Kurang tepat, sampaikan. Ada saluran yang dapat digunakan untuk bersinergi kepada saya juga,” ujar Pradi.

Menurut dia, masukan masyarakat dapat menjadi bahan dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap program pemerintah. Ia berharap komunikasi serupa dapat berkembang hingga tingkat Kota Depok, termasuk melalui dialog lintas komisi dan lembaga.

Pradi juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan jangka panjang. Pembangunan, menurutnya, perlu memiliki arah dan target yang jelas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Sementara itu, Samian menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat. Perbedaan pandangan perlu dikelola melalui komunikasi yang terbuka agar tidak menghambat upaya bersama membangun daerah.

BACA JUGA :  Legislator Pradi dan Wakapolres Samian: Spirit Sumpah Pemuda Menjaga Persatuan dan Keamanan  

“Kita belajar menyempurnakan supaya paling tidak mendekati kebenaran semuanya,” kata Samian dalam pembahasan mengenai pentingnya mendengarkan pendapat dan mempertemukan berbagai pandangan.

Ia berpandangan, pembangunan membutuhkan lingkungan yang aman dan kondusif. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta memberikan edukasi melalui saluran yang tepat perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga ketertiban.

Samian juga mengapresiasi forum diskusi tersebut karena tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi turut membuka ruang pembicaraan mengenai masa depan bangsa.

Kedua narasumber menilai, dialog yang berkelanjutan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan pengambil kebijakan. Aspirasi yang dihimpun melalui forum semacam ini diharapkan menjadi masukan untuk mendorong pembangunan Kota Depok yang lebih terarah dan berpihak pada kepentingan publik.

[Raseukiy: Hendrik I Raseukiy]

Related posts