Indonesiaweekly, Kota Depok – Keamanan dan persatuan menjadi modal penting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, kolaborasi antara aparat, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen warga perlu diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Pesan tersebut mengemuka dalam diskusi peringatan Hari Sumpah Pemuda 1928 bertema “Tantangan dan Potensi Kemajuan Bangsa” di Kantor Berita Swara Pendidikan yang diselenggarakan Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) di Beji, Kota Depok. Diskusi menghadirkan Wakapolres Metro Depok AKBP Samian dan anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna, Rabu (28/10/2026).
Samian menegaskan, keamanan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian. Masyarakat juga memiliki kepentingan langsung untuk menjaga ketertiban demi kenyamanan keluarga, pendidikan anak, dan kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Antarkomponen masyarakat harus saling bergandengan, bisa duduk bersama, bahu-membahu membangun. Ormas; LSM dan lain sebagainya punya persepsi yang sama bagaimana melihat keamanan ini adalah kebutuhan,” kata Samian.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan harus tumbuh dari kebutuhan bersama, bukan sekadar karena adanya instruksi aparat. Lingkungan yang aman juga menjadi salah satu prasyarat bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.
Pradi Supriatna sependapat bahwa perbedaan latar belakang dan pandangan politik tidak seharusnya menghalangi masyarakat untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah. Ia menilai, berbagai elemen memiliki tujuan yang sama, yakni membangun Kota Depok agar lebih baik.
“Dari dinamika perjalanan politik saya alami dengan teman-teman semua. Ya, bahwa kesimpulan saya semua punya tujuan yang baik. Ya, ingin menjadi bagian buat kota Depok yang kita cintai,” ujar Pradi.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Samian dalam forum dialog bersama masyarakat. Menurut Pradi, keterlibatan aparat kepolisian dalam ruang diskusi menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama.
Samian menambahkan, Indonesia patut bersyukur karena tetap berdiri sebagai negara kesatuan di tengah perbedaan suku, agama, bahasa, dan latar belakang masyarakat. Persatuan tersebut perlu dirawat melalui dialog dan tindakan nyata.
Kedua narasumber menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga persatuan. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat mendukung keamanan, memperlancar pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
[Redaksi: Hendrik I Raseukiy]


![Flayer TAD-2026-10-14T083913.438.jpg Flayer PT TAD Perseroda perihal penggratis biaya penyambungan baru semester akhir tahun 2026. [IndonesiaWeekly/PTTADP]](https://indonesiaweekly.co.id/wp-content/uploads/2026/10/TAD-2026-10-14T083913.438.jpg-200x112.jpg)



