Polemik Silsilah Mifta Habiburrohman: PBNU Diminta FKNU Klarifikasi 

Tokoh NU, Abdul Hamid Rahayaan

Indonesiaweekly, Jakarta – Ketua Forum Penyelamat Nahdlatul Ulama (FPNU), Abdul Hamid Rahayaan, meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan klarifikasi mengenai latar belakang keluarga Mifta Habiburrohman, khususnya terkait informasi atau klaim tentang hubungan keturunannya dengan KH Hasan Basari.

Menurut Hamid, penjelasan terbuka diperlukan supaya informasi mengenai polemik silsilah keluarga tersebut tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. Ia menekankan, klarifikasi harus mengacu pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan asumsi atau kabar yang belum terverifikasi.

Read More

“PBNU harus diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas tinggi karena mereka menjadi panutan umat. Proses rekrutmen pengurus harus dilakukan secara cermat, transparan, dan tidak terkesan asal menempatkan orang,” ujar Hamid dalam keterangan pers yang diterima Indonesiaweekly, Kamis (22/10/2026).

Hamid menilai, keterbukaan mengenai latar belakang seseorang perlu ditempatkan dalam kerangka transparansi organisasi dan tanggung jawab kepada warga NU. Namun, informasi mengenai hubungan keluarga atau keturunan seseorang harus diperiksa secara cermat sebelum dijadikan dasar penilaian.

Ia juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi tuduhan personal tanpa bukti. Klarifikasi, menurutnya, diperlukan untuk membedakan informasi yang dapat diverifikasi dari klaim yang belum memiliki dasar kuat.

“Sebagai warga NU, kita wajib melakukan koreksi supaya NU tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar tujuan organisasi didirikan. Kami ingin NU tetap menjadi organisasi yang dipercaya, bermartabat, dan menjadi panutan bagi umat,” pungkas Hamid.

Hamid berharap PBNU mengedepankan keterbukaan dan tata kelola yang baik dalam menghadapi setiap kritik. Belum ada bukti yang disampaikan dalam bahan keterangan tersebut untuk memastikan benar atau tidaknya klaim silsilah keluarga Mifta Habiburrohman dengan KH Hasan Basari. Belum ada klarifikasi dari Mifta Habiburrohman perihal polemik ini. 

BACA JUGA :  Ketua FPNU Hamid Rahayaan: Soal Narkona BNN Perlu Tes Urine PBNU

[Redaktur: Hendrik I Raseukiy]

 

Related posts