Tingkatkan Keselamatan Ditjen Hubud Gandeng BMKG Dan BASARNAS

0
7
Ditjen Perhubungan Udara, BMKG dan BASARNAS tandatangani kesepakatan bersama mewujudkan keselamatan penerbangan

Jakarta-IW

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian
Perhubungan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menandatangani kesepakatan
mewujudkan keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan dalam penyelenggaraan
pelayanan navigasi penerbangan, Selasa (30/4/2019)  di Jakarta.

 Direktur Jenderal
Perhubungan Udara Polana B Pramesti yang diwakili oleh Direktur Navigasi
Penerbangan, Asri Santosa dalam sambutannya menjelaskan, prestasi capaian
pemenuhan tingkat kepatuhan dalam Universal Safety Oversight Audit Programme
(USOAP) dari International Civil Aviation Organization (ICAO) yang telah diraih
pada bidang navigasi penerbangan dengan nilai Effective Implementation (EI)
sebesar 80,84 persen , menjadi landasan untuk dapat mempertahankan dan
meningkatkan capaian tersebut.

“Kolaborasi antara stakeholder penerbangan sipil merupakan
pondasi yang wajib terus dibangun dan dipererat baik melalui pelaksanaan
kerjasama teknis antar instansi, maupun pelaksanaan simulasi kegiatan
operasional penerbangan. Di samping itu juga, sebagai bentuk upaya menyongsong
era industry 4.0,” ujar Asri

Kerjasama antara Ditjen Hubud dengan BASARNAS dan BMKG dalam
rangka mendukung penyelenggaraan pelayanan informasi Meteorologi, Klimatologi
dan Geofisika dan penyelenggara pencarian dan pertolongan pada kecelakaan
pesawat udara sebagaimana tercantum pada naskah kesepakatan bersama dan
perjanjian kerjasama.

“Ini merupakan bentuk komitmen Ditjen Hubud sebagai
regulator untuk menerapkan slogan 3S + 1C yaitu Safety (Keselamatan), Security
(Keamanan) dan Services (Pelayanan) serta Compliance (Pemenuhan terhadap aturan
yang berlaku),” jelas Asri.

Hadir pada kesempatan ini, Sekretaris Utama Badan Nasional
Pencarian dan Pertolongan, Dianta Bangun, Deputi Bidang Meteorologi diwakili M
Taufiq Gunawan, Kepala Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III,
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I – X, Komandan Pangkalan Udara TNI
AU I Gusti Ngurah Rai, Perwakilan Kepala Kepolisian Daerah Bali, Kepala Kantor
UPBU, Direksi PT Angkasa Pura I, Direksi PT Angkasa Pura II, Direksi Perum
LPPNPI, General Manager PT Angkasa Pura I, General Manager PT Angkasa Pura II,
Ketua Board of Airlines Representative in Indonesia (Barindo), dan Airline.

Ketua Pelaksana kegiatan, 
Saeful Bahri dalam penyampaian 
laporan kegiatannya  menyebutkan,
dalam kegiatan akan  ditampilkan
penayangan video simulasi dan live streaming kegiatan operasional dalam
penanggulangan keadaan darurat berupa, simulasi kegiatan penanganan penumpang
pesawat udara yang terkena serangan jantung dan ibu hamil yang dalam  penerbangan 
akan melahirkan, simulasi penanganan penyanderaan petugas menara lalu
lintas, simulasi live streaming penanganan ancaman dan penjinak bom.

Selain  itu, juga  akan dipamerkan  capaian kinerja dan demo teknologi navigasi
penerbangan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan transportasi udara  bagi masyarakat umum yang .akan  dilaksanakan mulai 30 April 2019 sampai
dengan 2 Mei 2019.

“Kegiatan ini adalah kaloborasi Ditjen Hubud, TNI/POLRI, PT
Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan
Navigasi Penerbangan, Kantor Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina Bandar Udara
Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali,” ungkap Saeful. (Bisnis news)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here