foto Indonesia Weeklya

Jakarta, Indonesia Weekly

Warga Muara Angke, gelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di parkir pasar Ikan/glosir Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara. Sebelum acara puncak panitia acara memberikan santunan kepada seribu anak yatim. Tak kurang seribu anak yatim diberi santunan pada acara tersebut.

Seribu Anak yatim terserbut, selain dari Muara Angke, panitia mendatangkan anak-anak  yatim dari beberapa tempat di Jabotabek.

Menurut  Ketua Panitia acara Tri Waluyo dana santunan dan anggaran acara dikumpulkan dari sumbangan warga dan pengusaha  Muara Angke. Setiap anak mendapat santunan senilai Rp 200 ribu.

Selain pembagian santunan, acara tersebut di hibur pegelaran seni-budaya yang menampilkan anak –anak Rumah Yatim At-Taufiqul  Mubarok. Pada malam harinya mendengarkan ceramah dari 25 Habib diantaranya Al Habib Ali Zaeinal Abidin bin Abdurrahman Alaydrus. Acara tersebut selain dihadiri tokoh masyarakat setempat juga dihadiri pejabat-pejabat penting baik DKI Jakarta maupun pusat.

Teladan Nabi

Kepala UPPP Muara Angke, Mahad ketika diwawancarai di kantornya, sangat mendukung acara perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Muara Angke. Mahad mengajak para pedagang Pasar Ikan Pasar Glosir Muara Angke untuk mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam berdagang.“Sebagai pedagang, Rasulullah SAW sangat amanah, jujur, profesional, namun gigih dan memiliki wirausaha yang tinggi dalam menjalankan kegiatan usahanya,” katanya.

Lebih lanjut jelas Mahad, untuk meneladani cara berdagang Rasulullah dapat dilakukan dengan beberapa cara. Diantaranya, para pedagang diminta bisa tertib mutu dalam memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Sebab, kata dia, masih ada, pedagang yang menjual dagangannya tidak sesuai dengan keinginan konsumen. “Di sini, pedagang harus bertanggung jawab untuk menjual ikan, barang, dan jasa yang sesuai dengan harapan masyarakat luas.”

BACA JUGA :  Rumah Yatim Al-Mubarok, Santuni 300 Anak Yatim Muara Angke

Hal lainnya, kata Mahad, para pedagang harus melakukan tertib ukur dan timbangan. Ia pun menyitir surah al-A’raf ayat 85 di dalam Alquran. “Ini penting sekali untuk menyempurnakan takaran dan timbangan. Dalam Islam, hal ini sudah diatur,” tandasnya. (Zul Azhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here