Rumah Yatim At Taufiqul Mubarok Muara Angke Wisuda 40 Santri Tahfidz Al Qur’an

124
Rumah Yatim Wisuda Santri

Jakarta – Indonesia Weekly

Sebanyak 40 Santriawan/Santriwati baru, telah mengikuti wisuda  pertama Rumah Yatim dan Tahfidz  At- Taufiqul Mubarok, Muara Angke, Penjaringan, Jakart a Utara.

Wisuda Tahfizh Al Qur’an

Ketua Umum At- Taufiqul Mubarok Zaenudin Jantok, menyampaikan selain tempat penampungan dan Tahfidz Al Qur’an sesuai visi dan misi yayasan, At-Taufiqul Mubarok  kini, mempersiapkan generasi Islami, berakhlak Qur’ani, cinta Al Qur’an dan cinta sesama.

Adapun wisuda kali ini merupakan yang pertama  kalinya dilaksanakan.“Jika pada tahun lalu kami hanya menampung dan melakukan pendidikan agama dan mengaji saja, sekarang bisa melakukan wisuda untuk santri hafalan juz 30, saat ini santri yang melakukan wisuda adalah Tahfizh Al Qur’an juz 10, 29 dan 30,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada donator dan semua pihak yang selalu memberikan dukungan dan motivasi dalam mencetak hafidz Qur’an.

James Wiling dan Anak Yatim

Sementara itu Dewan Penasehatan Yayasan Rumah Yatim dan Tahfidz Al Qur’an, James Wiling, memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebab menurutnya kegiatan ini memiliki peran penting dalam upaya menumbuhkembangkan minat baca Al Qur’an dikalangan masyarakat sehingga program ini dapat membumikan Al Qur’an di Indonesia khususnya Muara Angke.

”Saya secara pribadi dan selaku pembina Yayasan merasa bangga dan mengapresiasi kegiatan wisuda ini karena sejalan dengan program pemerintah yakni mencetak penghafal Al Qur’an,” ujarnya.

Wiling juga memberi penghargaan kepada kepada guru dan pembimbing ketua umum Rumah Yatim At-TAufiqul  Mubarok yang secara serius, konsisten ikhlas dan tanpa mengenal lelah dalam membimbing para santri dan santriwati.

Dalam prosesi wisuda penghafal Al Qur’an kali ini digelar dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh santri maupun orang tua santri yang hadir. Kedepannya Wiling berharap akan lebih banyak lagi wisuda Santriawan/Santriwati baru. (zul)