Jelang Bulan Puasa, Stok Ikan DKI Jakarta Aman!

117
Kepala UP3 Muara Angke

Jakarta Indonesia Weekly – Permintaan ikan diprediksi meningkat di minggu pertama Ramadhan dan stabil kembali di minggu kedua hingga jelang lebaran. Tujuh hari setelah lebaran, permintaan ikan diprediksi naik lagi untuk kebutuhan hotel, restoran, ketering.

Sedangkan untuk harga ikan, sebelum lebaran diprediksi stabil dan pada minggu pertama Ramadhan mengalami kenaikan 5 sampai 15 persen mengingat permintaan yang meningkat. Setelahnya harga ikan akan kembali normal hingga menjelang lebaran.

suasana pasar ikan eceran m. angke

Menurut  Kepala UPPP Muara Angke, Mahad, ketersedian ikan di pasar Muara Angke menjelang bulan puasa Ramadhan aman. Kenaikan hargapun sudah pasti terjadi, akan tetapi tidak terlalu signifikan antara 5 sampai 10 persen.

Kenaikan tersebut terjadi karena permintaan akan ikan meningkat, apalagi menghadapi  bulan puasa Ramdhan.  “Bukan berarti pasokannya kurang. Tetapi karena eporia pedagang saja lantaran banyaknya permintaan  ikan menghadapi bulan puasa,” ujar Mahad ketika dihubungi lewat ponselnya, Rabu pagi,(24/03).

Mahad menghimbau para pedagang juga  tidak terlalu jor-jor-an menaikan harga ikan dagangannya. “yang wajar-wajar saja!” katanya. Ia juga minta para pedagang menjual ikan dengan kualitas bagus dan jangan mengunakan bahan-bahan pengawet yang bisa merugikan para pedagang itu sendiri. “Kenapa? Karena akan berususan dengan aparat hukum bila mengunakan zat-zat yang membahayakan para konsumen,” ujarnya.

Sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyakini pasokan ikan dari berbagai daerah di Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadhan dan Lebaran 2021. Berdasarkan analisis data tahun lalu dan prognosa 2021, perkiraan kebutuhan ikan selama April–Mei 2021 sebesar 2.522.500 ton.

“Adapun prognosa ketersediaan ikan sebesar 2.696.000 ton. Dengan demikian, prognosa pasokan ikan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2021,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja Gabungan bersama Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis lalu.

“Merujuk saat puasa dan lebaran tahun 2020, komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu cakalang, kembung dan tongkol dengan kenaikan rata-rata 10 persen. Sedangkan untuk komoditas bandeng dan tuna cukup stabil dan sempat mengalami penurunan tapi tidak signifikan. Di tahun 2021 ini, pada saat puasa dan lebaran tahun ini diprediksi tidak akan jauh berbeda dari tahun 2020,” ungkapnya.

Menteri Trenggono memaparkan, KKP sudah menyusun sejumlah strategi untuk menjaga pasokan tetap aman dan mengantisipasi tingginya harga ikan selama Ramadhan dan Lebaran 2021. Meliputi peningkatan produksi perikanan budidaya, memberikan fasilitas coldstorage dan kendaraan pendingin, pengembangan koridor logistik ikan, melakukan implementasi sistem resi gudang komoditas ikan, menggelar bazar atau pasar ikan murah secara online juga offline bekerjasama dengan instansi terkait.

Kemudian KKP melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan supplier besar, asosiasi, BUMN perikanan, retail modern, rumah makan, dan dinas KP untuk mengamankan pasokan dan harga ikan. Selanjutnya melakukan monitoring pasokan dan harga ikan melalui portal Satu Data KKP dan memantau langsung di lapangan secara selektif.

“Disamping itu, KKP juga akan mengadakan Bazar Virtual Ramadhan “UMKM Produk Perikanan” dengan target peserta sebanyak 500 UMKM. Kegiatan ini dapat diakses melalui media sosial Gemarikan,” urai Menteri Trenggono. (zul)