Indonesia Weekly
Jakarta-Ketua Umum Barisan Insan Muda (BIMA), Syarif Hidayahtuloh mengajak generasi muda untuk terus menyuarakan gagasan, cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurutnya cita-cita besar itu, membutuhkan kontribusi dan kolaborasi berbagai elemen bangsa.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya membangun orkestrasi untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang gemilang. Lebih lanjut, Syarif menegaskan bahwa upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Seluruh elemen masyarakat, termasuk aktivis, generasi muda, dan para pemikir, memiliki peran dalam membangun arah masa depan bangsa. Syarif berharap ruang-ruang diskusi, dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pemikiran kritis, bertukar perspektif, dan merumuskan kontribusi nyata bagi Indonesia emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Syarif saat membuka diskusi bertajuk, Peran Pemuda Menuju Indonesa Emas Jumat, (30/10/2026). Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni pakar Sosiolog Prof Musni Umar, Pakar Politik Karyono Wibowo, SE,.MSi, dan pakar teknologi Informasi (IT) Diana Atmaja.
Diana menyoroti penguatan fondasi digital sebagai persiapan menuju Indonesia emas. Genarasi muda diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus menciptakan peluang ekonomi sebagai penguatan ekonomi Indonesia menuju 2045.
Sementara itu Prof. Musni Umar, mengatakah menuju Indonesia emas harus memperhatikan kepentingan jangka Panjang dan tantangan fiscal berupa defisit anggaran APBN secara efektif serta bertanggung jawab.
Ia membuat perupamaan. Pengelolaan keuangan negara sama dengan mengelola keuangan rumah tangga. “Jika penghasilan suami-isteri lima juta, kemudian pengeluaran tujuh setengah juta maka sangat berbahaya. Karena kekurangan itu harus berhutang,” katanya.
Begitu juga mengelola keuangan negara, bila pendapatan negara Rp 3000 Trilun kemudian pengeluaran negara Rp 3.842 triliun maka tandasnya negara akan menghadapi berbagai dampak negative di bidang ekonomi, social, hingga stabilitas politik. (zul)
