Jokowi Tetap Tegar, Relawan dan Masyarakat Bersatu Kawal Jokowi-Ma’ruf Amin

0
137
DR.Anwar Husin,SH,MM,MH

Jakarta, IndonesiaWeekly

Ketua Umum Militan 34, DR. Anwar Husin, SH, MH, MM meminta Presiden Jokowi, tegar dan tak terpengaruh terhadap siapapun yang ingin mengintervensi kebijakannya. Menurut Anwar rakyat sudah memberikan mandat pada Jokowi, untuk memimpin Indonesia pada 2019-2024 nanti.

Anwar melihat  banyak pihak,  belum bisa  menerima  kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 lalu. Mereka mencoba menganggu dengan cara,  mengatur siasat dan strategi massif agar pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2019  bisa gagal.

Indikasinya kata Anwar bisa dilihat, kasus Karhutla di Riau dan Kalimantan yang terorganisir, yang dilakukan korporasi  yang berafiliasi ke partai oposisi. Kooporasi tersebut diduga sengaja membakar hutan secara massif sehingga masalah ini menjadi issu nasional yang sangat seksi utk membuktikan Jokowi gagal mengantisipasi Karhutla.

Kemudian Anwar melihat adanya  partai oposisi, yang begitu ngotot ingin jadi Ketua MPR RI,  notabene pelantikan Presiden nanti di pimpin Ketua MPR,  palunya ada di mereka. Selain itu, batalnya tiga  Komisioner KPK yang mau mundur dan diindikasikan sarat politis, apalagi track records mereka ketika Capim di 2015 direkom oleh siapa ?

Selain itu, iIssu rasisme Papua  yg disusupi internasional diolah menjadi isu referandum dan kerusuhan massal dan di diduga dimanfaatkan mereka  agar kekuatan pengamanan dipusatkan di Papua kemudian munculnya kerusuhan massal diujung timur NKRI itu.

Selain itu, penolakan RUU KPK, KUHP, RUU Pertanahan dan RUU Permasyarakatan serta Capim KPK, baru dijadikan isu untuk  menumbuh kembangkan rasa pesimis dan ketidak percayaan publik terhadap DPR ,MPR yang akan memancing idealisme kaum akademisi untik bangkit menciptakan chaos di Ibukota

Terakhir, Anwar menilai adanya isu yang di viralkan tentang enam  Jenderal Polisi yang menduduki jabatan strategis di Pemerintah sehingga diharapkan terjadinya gesekan kepentingan korps antara TNI & Polri

Sekenario-sekenario tersebut diduga sengaja dimanfaatkan partai oposisi untuk memperkuat bargaining  politik di Legislatif atau di Eksekutif. Jokowi jauh hari sudah memprediksi fnomena ini, sehingga untuk mengurangi tensi kaum akademisi dan idealis, beliau merekomrendasikan agar DPR menunda pengesahan RUU KUHP & Pertanahan.

Atas dasar itu, maka jauh hari Jokowi meminta agar semua relawan  tidak membubarkan diri dan  tetap eksis, maksud beliau semua harus siaga satu sampai pelantikan, karena lawan tidak berhenti dan terus bergerak. Anwar  menghimbau para, Relawan Jokowi-Ma’ruf terus  bergerak cepat & sigap mengawal Jokowi sampai  20 oktober nanti. (****)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here